February 28th, 2009
Saat ingin membuat website dan kita stuck (macet) di bagian desain template situs, pastilah menjengkelkan, ide-ide yang tadinya sudah ada di kepala bisa bertebaran ke mana-mana lagi,
Internet marketing Indonesia yang tidak mempunyai background teknikal tentang computer, kode-kode, programming, dsj pasti pernah merasakan hal ini, saya juga. Mencari konten untuk mengisi situs terasa lebih mudah dibandingkan harus mengutak-atik desain layout yang satu ini. Sedangkan menyewa seorang webmaster tentunya tidak murah.
Untunglah saya kemudian menemukan JogjaTemplate beberapa waktu yang lalu, ini bisa memudahkan pekerjaan para pemain internet marketing Indonesia, karena tidak perlu lagi stuck di bagian desain.
Read the rest of this entry »
Tagged: Internet Marketing Indonesia, jogjatemplate, Template, website
Posted In: Products Review
February 27th, 2009
Hari ini setelah mendapat nomor MTCN dari Adsense, saya mencoba ke BII Basuki Rachmat Malang untuk mencairkan pendapatan Adsense saya yang nggak seberapa (cuma USD 103,79). Senang sekali bisa mencairkan Adsense melalui Western Union.
Buat saya sich, ini lebih karena penasaran, dibandingkan pencairan cek pertama yang menelan biaya sampai USD25, pencairan via Western Union ini katanya nyaris tanpa biaya. Jadi saya pun mencobanya.
Ternyata proses pencairannya sangat mudah dan cepat. Di bank saya hanya perlu mengisi formulir dengan data-data saya, berikut jumlah kiriman USD, data serta alamat pengirim (Google Inc. 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, California 94043, USA. Phone Number: 650-253-4000) dan 10 angka nomor MTCN.
Read the rest of this entry »
Tagged: adsense, western union, wu
Posted In: Online Income
February 27th, 2009
Kemarin malam, melalui salah satu postingan comment di KafeSantai, saya baru mengetahui kalau sekarang NeverBlueAds affiliate network tidak lagi menerima pendaftar dari Indonesia
Do we accept International affiliates?
All users accepted onto the Neverblue Network must be able to converse with us in English when contacted. At this point, we are no longer accepting applications from users located in the following countries:
Read the rest of this entry »
Tagged: affiliate network, neverblueads
Posted In: Online Income
February 26th, 2009
Dalam berbisnis, satu hal yang harus selalu diingat yaitu ‘pembeli adalah raja’, karena merekalah yang membeli dan menggunakan apa yang kita jual. Pelanggan tidak akan membeli ulang (repeat order) atau mereferensikan kita (atau produk kita) bila mereka merasa tidak mendapatkan manfaat, terlebih bila mereka merasa dirugikan.
Hal inilah yang yang membuat banyak perusahaan ‘rela’ berinvestasi untuk bagian customer service, demi menampung ketidakpuasan pelanggan, termasuk membantu para pelanggan mereka dengan after service sales, bilamana mereka menemukan kesulitan dengan produk yang mereka beli.
Bukankah kita sendiri akan memilih untuk membeli di toko yang ramah, dan bisa membantu kesulitan kita dibanding membeli di toko yang menyebalkan yang tidak mau tahu lagi begitu kita sudah membayar dan keluar dari tokonya? Hal yang sama berlaku juga di bisnis online.
Di bisnis online, seorang internet marketer sebaiknya mencantumkan ‘contact us’ untuk memudahkan para pembeli berkomunikasi seputar produk, baik sebelum pembelian maupun sesudah mereka membeli.
Saat seorang calon pembeli yang ragu tidak bisa bertanya, mereka mungkin memilih untuk mencari penjual lain atau produk lain yang banyak bertebaran di dunia maya. Tapi bayangkan seandainya sang internet marketer menyediakan sarana untuk menghubunginya, sehingga calon pembeli ini bisa diyakinkan bahwa produk inilah yang mereka cari. Sekalipun mungkin pada akhirnya mereka tidak jadi membeli, calon pembeli yang puas ini suatu hari nanti bisa saja akan membeli sesuatu dari kita, atau setidaknya mereferensikan kita pada teman-temannya.
Di bisnis online banyak sekali internet marketer yang yakin akan produknya sampai berani memberikan garansi uang kembali, ini baik untuk membangun kredibilitas, sehingga pembeli tidak ragu, karena mereka tidak memiliki resiko sama sekali.
Read the rest of this entry »
Tagged: bisnis online, internet marketer, Pelanggan, pembeli
Posted In: Internet Marketing
February 24th, 2009

Teman-teman pasti tahu apa itu autoresponder, hanya mungkin istilahnya saja yang mungkin ada yang belum kenal. Autoresponder adalah suatu software untuk mengirimkan email secara otomatis kepada orang-orang yang sign up untuk menerima informasi (newsletter) dari kita.
Teman-teman pasti pernah kan sign up kemudian menerima email (informasi) berkala dari suatu situs tertentu, dan bila suatu hari teman-teman tidak ingin bergabung lagi dengan newsletter tersebut, caranya juga mudah tinggal klik link untuk ‘unsubscribe’ saja. (Newsletter yang baik selalu menyediakan link untuk ‘unsubscribe’)
Untuk pemain serius internet marketing, autoresponder ini sangat penting, saya pun pada saatnya nanti pasti menggunakan autoresponder (sekarang masih persiapan), karena autoresponder ini akan ‘mencatat’ prospek-prospek yang berminat dengan situs (topic) yang kita bahas.
Read the rest of this entry »
Tagged: autoresponder, internet marketer, Internet Marketing
Posted In: Products Review
February 22nd, 2009
Pernahkan teman-teman mendengar istilah ‘it needs 2 hands to clap?” yang artinya adalah diperlukan 2 tangan untuk dapat bertepuk tangan.
Demikian pula halnya dengan persahabatan, relasi kita dengan orang lain, tentu akan sangat melelahkan kalau kita berupaya keras untuk menjadi sahabat yang baik, tapi di lain pihak teman kita itu acuh tak acuh, tentu akan melelahkan ya?
Kalau teman-teman kuat menjadi orang seperti ini, ya silahkan, tapi biasanya persahabatan yang seperti ini akan melelahkan. Dalam kehidupan manusia hakekatnya saling membutuhkan, saling melengkapi.
Read the rest of this entry »
Tagged: persahabatan
Posted In: Gado Gado
February 20th, 2009
“Kita memang bisa belajar dari orang lain yang telah sukses lebih dulu, namun bukan berarti harus selalu mengikuti apa yang mereka lakukan. Kita sendirilah yang paling tahu apa yang terbaik untuk bisnis yang sedang kita jalankan. Yang perlu kita lakukan adalah percaya pada kemampuan diri dan melakukan apa yang menurut kita benar”
Saya membaca alinea tersebut di salah satu materi pembelajaran internet marketing yang saya miliki, alinea tersebut sangat menarik buat saya, mengapa?
Karena harus kita akui, kerap kali kita begitu silau nya akan keberhasilan orang lain, sampai-sampai kita ingin menjadi seperti orang tersebut, termasuk meniru tiap langkahnya dengan harapan kita bisa ’segera’ berhasil seperti dia.
Read the rest of this entry »
Tagged: internet marketer, Internet Marketing, internet marketing di Indonesia
Posted In: Internet Marketing
February 18th, 2009
Bisa dibilang ilmu internet marketing asalnya dari luar negeri, materi-materi pembelajarannya pun banyak yang dalam bahasa Inggris. Ditambah banyak dari kita yang bisa dibilang kurang lebih gaptek, maka lengkaplah sudah ‘penderitaan jatuh bangun’ belajar internet marketing di Indonesia.
Buat yang sudah merasakan jatuh bangun ini, pastilah bisa mengerti seandainya kita memiliki mentor, seorang teman (atau senior kita) yang mau dan mampu mengajari kita internet marketing, termasuk berbagi pengalaman, sehingga kita tidak perlu jatuh ke dalam lubang kesalahan yang sama dengan mereka (di internet banyak juga loh ‘ilmu hitam’nya).
Read the rest of this entry »
Tagged: Internet Marketing, Internet Marketing Indonesia, Mentor
Posted In: Internet Marketing
February 18th, 2009
Teman-teman pernah tidak di akhir bulan (atau bahkan kadang sebelum akhir bulan) merasa kehabisan uang, tapi nggak tau juga uangnya pada ke mana aja? Rasanya kok udah abis aja gitu.
Kadang serasa menjengkelkan, pas lagi butuh, udah merasa hemat sana sini, kok ya masih aja kurang.
Teman-teman nggak mau kan, sudah susah-susah bekerja, hasilnya nggak jelas, tabungan sedikit, manajemen keuangan pribadi yang tidak disiplin dan tanpa catatan biasanya adalah penyebabnya.
Nah bila pernah merasa seperti itu, mungkin hal-hal berikut ini perlu dech lebih diperhatikan buat manajemen keuangan pribadi yang lebih baik.
- Misalnya saja teman-teman kebiasaan menggunakan kartu kredit, nah ini bisa nggak baik, kalau tidak dicatat (apalagi kalau bon penggunaannya tidak diarsip, bisa-bisa lupa udah pakai uang, dan tiba saatnya membayar kelabakan sendiri karena tidak menyisihkan untuk pembayaran tagihan tersebut). Jadi sebaiknya dicatat atau minimal diarsipkan saja bon-bon pembelanjaan dengan kartu kredit, supaya bisa dicocokkan dengan tagihan dan ditandai kalau sudah dilunasi.
- Kemalasan, sekarang ini hampir semua ATM bisa digunakan untuk berbagai kartu ATM yang kita miliki (ATM bersama), tapi jangan lupa, ada biayanya loh, dan jangan pandang sepele, misalnya saja tiap pengambilan dari ATM bersama itu kita kena biaya RP 5.000 saja. Kalau sebulan kita ngambil 4 kali udah 20 ribu, lumayan juga ya buat ditabung atau beli majalah? Pengeluaran ‘tidak perlu’ yang kadang serasa sepele begini bila diakumulasikan bisa banyak loh. Padahal asalnya mungkin cuma malas saja berjalan menuju ATM yang sama dengan rekening bank kita. (malas itu ada biayanya loh
- Kebiasaan mentraktir teman, ini bukannya nggak boleh loh, tapi ya jangan sering-sering, sesuaikan dengan kemampuan kantong sendiri, dan apa ya perlu tiap ketemu teman mesti traktir-traktir? Persahabatan kan nggak diukur dari hura-hura, tapi lebih kepada di mana mereka saat kita saling membutuhkan dukungan kan?
- Membiasakan diri memeriksa struk belanjaan kita, katakanlah kita ke supermarket membeli kebutuhan bulanan, nah tidak ada salahnya saat kita pulang kita periksa ulang berapa yang telah kita keluarkan dan untuk apa saja, paling tidak untuk menyadarkan kita apa betul itu semua barang-barang yang memang kita butuhkan (bukan dibeli karena ‘lapar mata’).
- Membiasakan diri menulis daftar belanja sebelum kita pergi berbelanja. Ini penting loh, karena seringkali saat berbelanja tanpa sadar kita menjadi ‘lapar mata’ apa lagi saat melihat tulisan “harga murah”, “sale”, “promosi” dan sebagainya itu. Akibatnya kita jadi membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, atau membeli berlebihan melebihi apa yang kita butuhkan.
- Bila memang begitu sulitnya mengendalikan nafsu berbelanja, tidak ada salahnya saat berbelanja teman-teman membawa uang tunai secukupnya (sesuai rencana daftar belanja); kalau perlu tinggalkan semua kartu ATM dan credit card di rumah saja.
Sebenarnya urusan manajemen keuangan pribadi lebih kepada disiplin dan kesungguhan kita menjalankan apa yang sudah kita rencanakan. Di awal bulan hendaknya kita sudah merencanakan pengalokasian uang secara bijak, dan melakukan evaluasi di akhir bulan.
Menabung hendaknya kita lakukan di awal bulan, sehingga kita memang ‘menabung’ dan bukan menyimpan sisa-sisa uang kita di akhir bulan.
Semoga bermanfaat ya
Tagged: keuangan pribadi, Manajemen keuangan, uang
Posted In: Tips Keuangan