June 2nd, 2012

Saat akan menikah, biasanya kegembiraan meliputi kedua anak manusia, bahkan juga keluarga, dan begitu banyak yang dibahas, mulai dari acara peresmian secara agama, lokasi syukuran (pesta), catering yang akan dipesan, baju pengantin, bahkan mungkin seragam untuk keluarga, acaa hiburan untuk para tamu dan sebagainya.

Tapi sebetulnya, pernikahan kan bukan cuma untuk hari tersebut saja? Melainkan merupakan awal untuk suatu kontrak hidup bersama sehidup semati yang tidak terbatas waktunya (sampai maut memisahkan.. idealnya begitu)… Nah bukankah lebih bermanfaat bila mereka yang akan menikah merancang terlebih dahulu prinsip-prinsip keuangan dalam keluarga, misalnya:

  • Siapa yang akan mengatur uang keluarga?
  • Akan ditabungkan ke mana nantinya tabungan keluarga, apakah diinvestasikan atau ditabung begitu saja.
  • Apakah ada orang tua/anggota keluarga yang akan menjadi tanggungan keluarga baru ini?
  • Siapa yang membayar liburan keluarga?
  • Apakah suami istri akan mengelola uang secara terpisah, bersama atau campuran keduanya?

Seringkali akhirnya masalah keuangan menjadi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga, bisa karena salah satu pihak merasa dimanfaatkan, atau pihak yang diberikan tanggung jawab mengelola kurang bisa menjalankan tugasnya…

Banyak pasangan yang saling menanyakan berapa penghasilan masing-masing, tapi lupa menanyakan apakah masing-masing pihak memiliki hutang kepada pihak lain? Bukankah hutang ini harus diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan keluarga?

Yang tidak kalau penting dalam menyusun keuangan keluarga, adalah menyamakan visi suami-istri, jaman sekarang sudah menjadi cita-cita mewah semua orang untuk bisa pensiun dini.. sehingga sangat diperlukan kerja sama dan kesadaran serta kekompakan kedua belah pihak untuk berpartisipasi dalam menyusun dan menjalankan azas keuangan keluarga supaya bisa mencapai pensiun dini.

Pensiun dini merupakan salah satu aspek kehidupan berkualitas.. di mana seseorang (keluarga) diharapkan bisa menjalankan gaya hidup yang diinginkan, dan sekaligus memiliki banyak waktu untuk keluarga (quality time, quality life)…

Untuk mencapai masa depan keuangan keluarga berupa pensiun dini, tidak ada salahnya bila suami istri juga kompak untuk berbisnis atau melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menambah sumber penghasilan keluarga.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

2 Comments

Deasy June 16th, 2012 at 6:59 am

Salam kenal , saya malah tertarik dengan asian brain. Masih aktif kah? Bisnis saya adalah oriflame. Bagus dan menyenangkan, dengan motto look great, make money n have fun.

Lina June 17th, 2012 at 8:27 pm

@ Deasy: salam kenal juga.. saya memilih HD karena produknya bisa menjangkau semua usia.. dan saya sudah mengenal produknya lebih dari 10 tahun yang lalu.. sudah merasakan juga manfaat2nya.. so ketika bisnis HD dijalankan online.. tentunya saya langsung saja ikut.. apalagi saya juga blogger… 😉 fun.. dan di HD ada juga aspek amalnya..

Leave a Reply