May 16th, 2009

Cyber bullying bisa diartikan sebagai pencemaran nama baik dalam bentuk teks atau gambar (termasuk foto & video) melalui internet, ponsel, atau media elektronik lain.

Bentuk lain cyber bullying adalah pemakaian data pribadi korban (nama asli, alamat) untuk mempublikasikan gossip tak sedap atau memalukan, yang merusak nama baik si korban pada halaman atau forum online.

Semakin maraknya pengguna social networking seperti Facebook, Friedster dsj membuat banyak orang membuka informasinya (padahal di dunia nyata, apakah kita akan memberikan alamat rumah, telepon, dan banyak data pribadi kita kepada orang yang baru kita kenal?). Informasi-informasi inilah yang mana bilamana jatuh ke tangan orang yang salah bisa disalahgunakan (banyak kan artis yang menjadi korban cyber crime?)

Cyber crime bisa diartikan sebagai semua bentuk kejahatan yang berlangsung di dunia maya, termasuk yang terjadi di jaringan ponsel dan internet. Baik itu pencurian nomor credit card, hacking email, hacking business account, dsb.

Lalu bagaimana menghindari cyber bullying supaya kita nggak ikut-ikutan menjadi korban? Yang paling sederhana adalah jangan terlalu lengkap memasang profil di jaringan networking (Facebook, dsb).

Meskipun pada akhirnya cyber crime dapat dibuktikan dan diperkarakan, tetap saja korban sudah dirugikan secara moral dan social.

Berikut adalah tips-tips sederhana untuk menghindari cyber bullying:

  • Hindari menggunakan password sederhana dan mudah ditebak (misalnya nama pacar, nama anak, tanggal lahir, nama orang tua, dsj).
  • Jangan memberikan password kepada orang lain, walaupun pada sahabat sendiri.
  • angan gampang percaya dengan kabaar atau berita yang tidak jelas asal usulnya di internet, apalagi jadi ikut-ikutan memforward ke teman-teman yang lain.
  • Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook, dsj. Sebaiknya tidak perlu menuliskan tahun kelahiran dan nomor ponsel, kecuali jika diminta secara pribadi oleh teman yang memang sudah dikenal.
  • Hindari memasang foto diri yang sekiranya bila sampai foto tersebut tersebar luas di dunia maya akan membuat kita tidak nyaman (sekali sebuah foto tersebar di internet, mustahil bisa dicabut).
  • Jangan sembarangan “Add Friend” atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman, hanya demi memperbanyak daftar teman. Cek dulu berapa jumlah ‘mutual friend’ antara kita dengan orang tersebut. Makin sedikit ‘mutual friend’ yang dimiliki, berarti makin sedikit teman kita yang mengenalnya.
  • Jangan lupa log out setiap keluar dari situs atau surel pribadi kita, apalagi bila kita menggunakan fasilitas warnet, hotspot, computer kantor, dsj.
  • Untuk yang memiliki anak-anak di bawah 17 tahun, sebaiknya orang tua mengawasi aktivitas internet mereka (terutama jika mereka pengguna social networking : Facebook, MySpace, Friendster, dsj), karena mereka rentan terhadap cyber bullying.

So, mari kita semua berhati-hati bergaul di dunia maya, karena bisa saja kita bertemu dengan orang iseng atau orang yang memang ingin ‘berbuat tidak baik’ menggunakan data-data kita.

Lebih baik bersikap hati-hati untuk menghindari menjadi korban cyber bullying.

(adaptasi dari Femina 2-8 Mei 2009)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply