August 29th, 2009

Akhir-akhir ini kembali marak cara mencari uang dengan cara menyetor sejumlah uang (yang relatif kecil untuk ukuran jaman sekarang) ke rekening tertentu, dan kita kemudian kita tinggal berupaya mencari teman-teman untuk bergabung dengan kita melakukan hal yang sama, kemudian ‘bim salabim’ secara pasif kita akan mendapat penghasilan (yang katanya pasif) masuk ke rekening kita.

Uang tersebut akan mengalir terus, karena mereka yang kita ajak bergabung tentu akan mengajak teman-teman mereka juga. Dan ‘bisnis semacam ini’ sekarang telah bereinkarnasi menjadi salah satu ‘bisnis online’. Tapi betulkah ini sebuah bisnis? Dan bagaimana sebetulnya mekanisme ‘bisnis’ semacam ini?

Sekedar ilustrasi bagaimana kita mendapatkan uang yang kita sebut sebagai penghasilan dari ‘bisnis setor uang’ ini, misalnya kita menyetor uang Rp 200.000, maka uang itu akan mengalir kepada atasan kita (upline) kita si A sebesar misalnya Rp 75.000, dan mengalir juga kepada upline A yaitu si B sebesar Rp 50.000, dan juga beberapa upline lagi dengan persentase tertentu, plus Rp 50.000 kepada penyelenggara (pemilik program acara, demikian saya menyebutnya), nah tentu saja bila jaringan ini besar, bisa dihitung berapa penghasilan ‘penyelenggara acara’, Rp 50.000 kali 100 anggota akan mencapai penghasilan Rp 5.000.000 dan kalau anggotanya 1.000 orang berapa? Demikian seterusnya.

Sedangkan untuk anggota, ‘investasi’ Rp 200.000 bisa segera kembali bila mereka mendapatkan 3 orang teman yang mau bergabung (misalnya komisi untuk upline langsung Rp 75.000 per anggota yang bergabung), mudah kan? Uang Rp 200.000 mungkin ya setara dengan membeli sepatu atau pakaian, bisa dianggap uang jajan pula untuk sebagian orang. Dengan modal Rp 200.000 bisa didapat potensi penghasilan berlipat, siapa yang mau menolak?

Mekanisme ‘bisnis’ ini sekarang sudah dionlinekan, dan mudah sekali mencari teman untuk bergabung, baik itu teman yang sudah kita kenal, agak kenal, atau bahkan yang tidak kita kenal, kita tinggal menawarkan ‘program acara’ ini melalui Facebook, Twitter, Plurk, dan aneka web 2.0 yang lain secara gratis, selain kita juga bisa mengajak teman melalui sms atau ajakan dari mulut ke mulut.

Tapi benarkah ini adalah sebuah bisnis? Atau lebih menyerupai ‘money game’ belaka? Ataukah ini adalah salah satu penipuan?

Saya hanya akan berkomentar, kalau ini merupakan salah satu bentuk bisnis (sekalipun bisnis online), mana “PRODUK” nya? Bukankah pada sebuah bisnis terdapat sebuah produk yang ditawarkan? Baik itu produk fisik maupun produk digital, pasti ada barangnya kan? Dan dalam mekanisme pembayaran ini, mana PRODUKnya? Dari jawaban ini, maka saya yakin teman-teman bisa menyimpulkan sendiri apakah ini sebuah bisnis (bisnis online) atau ‘money game’.

Untuk menyebutnya sebagai penipuan,,, hmnnn apakah ada korban yang melapor ditipu ya? Menurut saya, lebih baik kembali kepada teman-teman sekalian lagi, apakah merasa ditipu?

Saat program ini baru diluncurkan, relatif lebih mudah untuk mengajak teman-teman bergabung, tapi saat ‘hampir semua orang’ yang kita kenal sudah ikutan, tentu lebih sulit untuk mencari downline, nah di sini bisa saja ada yang merasa ditipu (karena sulit untuk mencari downline, sehingga investasi yang sudah dibayarkan jadi sulit balik modal).

Mungkin karena jumlah yang disetor relatif sedikit jumlahnya, orang lebih tidak pikir panjang untuk ikutan, apalagi mudah, tinggal menyetor sejumlah ‘investasi’ kemudian mengajak teman-teman untuk bergabung, ‘sim salabim’ kita pun mendapatkan penghasilan, mudah ya?

Semua urusan ‘money game’ ini kembali kepada kita, apakah kita suka dengan cara mencari uang seperti ini? apakah kita ‘tega’ mengajak sahabat, saudara, kenalan kita untuk ikutan bergabung? Semua kembali kepada kita sendiri sebagai pelaku.

Bagaimana menurut teman-teman?

NB: jumlah uang yang disebutkan di atas hanya sebagai ilustrasi saja.


Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

5 Comments

azizfai August 30th, 2009 at 9:19 am

kalau saya menyimpulkan seperti orang main dakon oper sini oper sana yang uangnya gak ada pengembangan yaaaa ujung2 nya yang terakhir nyengir nyengir. yang diatas nyengar nyengar bisa meraup uang yang dibawah nya . haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

sarif husin August 30th, 2009 at 10:12 pm

menurut saya,, ini money game dan juga sekaligus sebuah penipuan,,mending cari yang halal-halal aja deh,, uang hasil ikutan bisnis gituan diragukan kehalalannya,

Lina September 9th, 2009 at 4:11 pm

iya begitulah jaman sekarang semua maunya serba cepat – serba instant. kalo bisa hari ini mulai besok udah kaya raya.. padahal menjadi ‘kaya’ itu adalah proses.. tapi sering kita lupa.

evi September 11th, 2009 at 12:35 am

Habis gimana dong ? cari yang haram aja susah apalagi yang halal

Lina September 11th, 2009 at 10:11 am

Mungkin lebih pas kalo dibilang yang haram hasilnya bisa instant (lebih cepet) sedangkan yang halal tuh seringkali butuh proses ya (waktu lebih panjang).. jadinya suka bikin orang habis kesabaran…hehehe

Leave a Reply