May 28th, 2009

Sekarang ini, biaya kesehatan (pengobatan yang layak) bisa dibilang cukup mahal, sekali saja kita berobat ke dokter bisa beberapa ratus ribu (tergantung penyakit dan pengobatan yang kita pilih), belum lagi kalau sampai harus rawat inap di rumah sakit.

Terutama buat mereka yang penghasilannya tidak tetap (freelance, atau wiraswastawan) sekali sakit bisa-bisa menguras tabungan, juga buat para pegawai yang masih memiliki aneka cicilan (cicilan rumah, cicilan mobil, dll) pengeluaran ekstra yang cukup besar tentu bisa mengganggu pembayaran cicilan-cicilan tersebut.

Di saat seperti inilah biasanya orang mulai menyadari pentingnya asuransi kesehatan. Meski kadang-kadang kantor menyediakan asuransi kesehatan (termasuk untuk keluarga), seringkali jumlah yang dapat di klaim masih tidak mencukupi pengeluaran pengobatan.

Dewasa ini meski sudah banyak orang yang mulai sadar asuransi (temasuk asuransi kesehatan, yang biasanya ‘hangus’ setelah jangka waktu habis), terkadang kita masih bisa salah beli asuransi juga.

Berikut ini adalah tips teliti sebelum membeli Asuransi yang perlu kita perhatikan:

  • Jangan tergiur perusahaan yang berkantor di lokasi mewah, karena hal itu tidak menjamin kualitas perusahaan. Pelajari company profile untuk mengetahui reputasi keuangan perusahaan. Berapa besar Risk Base Capital (RBC) dan perusahaan mana yang menjadi penjamin reasuransi.
  • Perhatikan reputasi pelayanan lewat referensi berbagai pihak, atau mendatangi langsung kantor perusahaan.
  • Jika perusahaan menggunakan sistem agensi, pilih agen yang bisa menjelaskan program dengan baik.
  • Perhatikan klausul pengecualian penyakit yang tertanggung. Pastikan semua perjanjian disepakati tertulis, bukan lisan.
  • Pelajari plan (kelas) yang ditanggung, apa saja abiaya yang ditanggung, batasĀ  maksimum per kejadian, dan batas tahunan. Pahami pula mekanisme yang berlaku, jika ingin ‘naik kelas’ rawat inap.
  • Pahami kapan masa pertanggungan mulai berlaku.
  • Pastikan anda memahami semua bahasa hukum di polis. Begitu menerima polis, luangkan waktu untuk memahami betul isi sebelum ditandatangani.

Informasi tambahan:
Berkenaan dengan sengketa asuransi, nasabah tidak harus merogoh kantong untuk membayar biaya pengacara dan pengadilan. Sejak 30 September 2006, telah berdiri BMAI (yang digagas pemerintah dan semua Asosiasi Perusahaan Asuransi Indonesia) untuk menerima keluhan masyarakat tentang klaim asuransi secara gratis.

Namun kasus klaim yang ditangani oleh BMAI hanyalah klaim di bawah 500 juta dan klaim asuransi jiwa di bawah 300 juta.

Cara penyelesaian sengketa asuransi adalah: nasabah bisa mengirim surat atau email, atau datang sendiri secara langsung. Dan setelah kasus dipelajari, mediator akan memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan sengketa secara win-win solution.

Jika kasus sengketa asuransi yang terjadi tidak dapat diselesaikan di tahap mediasi, kasus akan dibawa ke jenjang ajudikasi dan biasanya akan diputuskan oleh Ajudikator atau Penal Ajudikator. Pihak yang bersalah harus mengikuti keputusan yang diambil.

Dengan adanya BMAI sebagai mediator, kasus sengketa asuransi tidak perlu berlanjut ke kepolisian (pengadilan).
BMAI (Badan Mediasi Asuransi Indonesia)
Gedung Menara Duta Lantai 7, Wing A Jalan Rasuna Said Kav B-9, Jakarta Selatan.
Telp : 021-5274145 ; Fax : 021-5274146
Email : info@bmaindo.com
Website : www.bmaindo.com

Untuk melaporkan masalah asuransi atau konsultasi sebelum membeli asuransi kesehatan:
YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)
Jalan Pancoran Barat VII/1, Duren Tiga, Jakarta 12760
Telp : 021-798185859 , 021-7971378
Fax : 021-7981039
Email: konsumen@rad.net.id
Website : http://www.ylki.or.id

(adaptasi dari Femina 2-8 Mei 2009)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

One Comment

Alex September 28th, 2010 at 10:04 am

Siang Pak,mau tanya gimana cara menangani klim klo klimnya ditolak?thx

Leave a Reply