November 11th, 2009

Kita boleh bangga loh dengan diakuinya “batik” sebagai budaya asli Indonesia dengan masuknya Batik ke dalam kategori World Heritage. Ini merupakan pengakuan dunia terhadap batik yang diakui asli Indonesia.

Hari Batik akan diperingati setiap tahun tanggal 2 Oktober, hmnn mungkin teman-teman pikir ini posting yang terlambat ya? Nggak kok, karena saya di sini hanya ingin berbagi saja tips seputar mencuci kain/pakaian batik.

Sebagaimana pakaian/kain lainnya, bila tidak kita rawat secara benar dan tepat, maka kain batik kita akan cepat pudar warnanya, dan turun kualitasnya. Nggak mau dong pakai batik lusuh? Apalagi batik yang handmade asli, biasanya mahal harganya, sayang sekali bila tidak dirawat dengan baik.

Apalagi sejak dicanangkan masuknya batik sebagai world heritage, saya rasa hampir semua teman-teman sekarang pasti sudah punya batik, kalau dulunya mungkin cuma punya daster batik, celana santai, atau piyama batik, sekarang mungkin batik sudah menjadi pakaian seragam kantor, dress code pesta, dsb, pokoknya bangga deh pakai batik, nggak merasa bapak-bapak atau ibu-ibu lagi dech.

Batik sekarang keren-keren lagi. Mau model tank top, rok terusan, kemeja keren, apa aja ada.

Anyway, balik ke topic semula yaitu tips mencuci batik adalah sebagai berikut:

  • Batik sebaiknya dicuci menggunakan lerak (baik lerak utuh/cair), nenek-nenek kita pasti mengenal apa itu lerak (kalau nenek saya menyebutnya klerek), biasa dijumpai di pasar-pasar tradisional, tapi sekarang mudah kok mendapatkan lerak ini, di toko-toko batik sudah banyak dijual lerak cair yang praktis penggunaannya.
  • Bila tidak menggunakan lerak, bisa pula digunakan sisa shampoo pencuci rambut atau sisa sabun mandi. Intinya jangan mencuci batik dengan detergen.
  • Batik sebaiknya jangan dicuci menggunakan mesin cuci, cucilah batik dengan tangan saja.
  • Jemur batik di tempat yang teduh.

Nah mudah kan cara mencuci dan merawat batik? Cuma perlu ekstra perhatian saja, misalnya kita sehari-hari menggunakan mesin cuci, khusus batik sebaiknya kita ‘berolah raga’ sedikit untuk mencucinya dengan tangan.

Tidak sedikit orang yang mencintai batik sampai mengkoleksinya, dan tidak ada salahnya kita pun menghargai dan mencintai batik-batik kita.

Apalagi kalau batik yang kita miliki termasuk mahal (biasanya yang batik tangan, non mesin, harganya cukup mahal) layak untuk kita rawat dengan baik.

Semoga bermanfaat ya… 🙂

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply