August 31st, 2009

Mungkin untuk teman-teman yang ingin berjualan kue kering atau lainnya ada permasalahan menentukan harga jual ya?

Sebetulnya sederhana saja loh, tinggal menghitung berapa bahan yang kita pakai, kemudian tambahkan ongkos kerja, resiko (cadangan untuk kenaikan harga bahan, karena tidak mungkin kita tiap hari mengubah harga produk, padahal harga telur bisa saja berubah tiap hari) dan laba yang kita inginkan, sudah deh ;)

Tapi dalam prakteknya, kita tentu saja harus memperhatikan juga harga pasar, berapa harga jual saingan kita? Kalau produksi kita terlalu mahal dibandingkan sejenis padahal bahan dan rasanya hampir sama, ya nggak laku dong :(

Untuk lebih jelasnya, penghitungan harga jual adalah sebagai berikut:

  • Harga bahan baku, hitung semua bahan baku yang dipergunakan.
  • Harga bahan pembantu, yaitu bahan-bahan yang dibutuhkan selain bahan baku utama.
  • Biaya operasional, misalnya biaya tenaga kerja, seandainya kita mempunyai pegawai, biaya listrik, dan biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk kelangsungan proses produksi kita, ongkos kerja kita sendiri juga bisa diperhitungkan di sini (masa kerja nggak digaji kan? :P )
  • Biaya pemasaran, misalnya biaya kemasan, label, pengiriman, promosi (pembuatan dan penyebaran brosur), dll.
  • Biaya lain-lain, misalnya saja ongkos perjalanan kita membeli bahan (untuk menekan biaya ini, usahakan membeli bahan secara ekonomis dan sekaligus, jadi tidak perlu sebentar-sebentar balik lagi ke pasar gara-gara kekurangan bahan).
  • Kemudian jumlahkan semua biaya di atas tersebut dan tambahkan paling tidak 10% untuk biaya resiko. Ini perlu untuk mempertahankan harga dan kualitas kue kering kita, misalnya saja harga telur naik gila-gilaan menjelang lebaran, atau ada kenaikan drastis salah satu bahan pokok, kan kita tidak mungkin menaikkan harga kita begitu saja secara sering naik turun mengikuti harga bahan. Nah dengan adanya biaya resiko ini, kita bisa mempertahankan harga tanpa harus mengurangi kualitas maupun keuntungan kita.
  • Dan setelah itu tambahkanlah persentase profit yang dikehendaki, tentunya dengan memperhitungkan pula harga pasar yang umum untuk produk yang sama dengan buatan kita. Karena bagaimanapun calon pembeli tentu akan mempertimbangkan harga - sejenis sebelum menentukan pilihannya.

Nah nggak sulit kan menghitungnya? Soal berapa persen untuk alokasi masing-masing biaya resiko dan laba, tinggal teman-teman tentukan sendiri.

Ada penjual yang bisa mematok keuntungan sampai 50%, tentunya harus lihat situasi juga, banyak saingan atau tidak, lalu efisiensi produksi kita, bila memang kita bisa efisien dan menekan biaya produksi, tentu keuntungan kita bisa lebih banyak.

Pesan saya hanya satu, jagalah kebersihan dan kualitas, gunakan bahan-bahan yang hanya food grade (memang untuk makanan). Jangan sampai demi keserakahan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya kita mengorbankan kesehatan dan keselamatan orang lain.

Dan tips berikutnya mungkin kalau sudah untung, alokasikan sebagian keuntungan untuk pengembangan lebih jauh lagi (tentunya bila teman-teman memang serius berbisnis dan kue kering).

Teman-teman bisa mengembangkan bisnis kue nya dengan menambah alat-alat membuat yang lebih modern supaya bisa lebih efisien berproduksi, hal ini pada akhirnya akan menambah profit juga kan?

Dan bila memungkinkan, teman-teman hendaknya juga mengikuti perkembangan jenis dan cara pembuatan yang terbaru (bisa lewat buku, internet, kursus), supaya tetap bisa berinovasi dan mengikuti trend yang ada.

Siapa tahu dari dan kue kering, nantinya bisa juga merambah ke usaha es krim, catering, dll… mau dong jadi pengusaha dan kue kering yang sukses?

Untuk memulai, coba aja deh kumpulan resep kue kering dari Yogya ini, beli sih, tapi gak mahal kok, Resep kue kering yang bisa dipakai usaha, ditambah dengan tips nya serta resep roti.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb
Tags: , , , ,

Artikel Terkait :

One Comment

panji September 6th, 2009 at 4:50 pm

thanks info ttg kuenya,,baca”juga yh. :)

Leave a Reply