September 25th, 2008

Saat ini di mana-mana sebetulnya terjadi krisis ekonomi, baik itu di luar negeri maupun di negara kita sendiri. Barang-barang semakin mahal sementara uang semakin sulit didapat.

Banyak pengangguran, banyak PHK, sementara yang dipecat itu mau cari kerja lagi juga susah, karena perusahaan-perusahaan yang ada pun sedang berupaya menekan biaya (jadi mungkin mereka tidak begitu melakukan perekrutan lagi).

Nah trus ngerjain apa dong? Kapan kayanya?

Menurut saya loh ya, kita ini kurangnya mulai kecil kurang dibiasakan berpikir sebagai entrepreneur; kita seakan di setting untuk belajar pintar, menghindari masalah di sekolah, lulus dengan nilai baik, bekerja di perusahaan besar dengan gaji dan fasilitas yang lebih dari cukup, alias kebanyakan dari kita di setting menjadi pegawai 🙁

Apakah itu bagus? Relatif, karena memang harus diakui tidak semua orang terlahir dengan mental pengusaha, atau cukup berani untuk punya usaha sendiri, yang mana usaha sendiri sudah pasti menuntut tanggung jawab pribadi dan komitmen (waktu, tenaga, biaya)

Tapi harus diingat juga menjadi pegawai juga tidak aman dan bukan tanpa modal, coba baca artikel ini.

Melihat kenyataan perekonomian yang terjadi saat ini, tidakkah teman-teman akan bersyukur bilamana saat ini teman-teman memiliki bisnis sampingan sendiri? Apapun bisnis itu yang penting halal dan menghasilkan (sedikit atau banyak itu kan relatif, yang sekarang masih sedikit pun kan masih bisa ditingkatkan?)

Sekalipun saat ini teman-teman masih memiliki pekerjaan tetap (pegawai kantoran atau lainnya yang mendapat penghasilan tetap tiap bulan), tentunya teman-teman juga senang punya penghasilan tambahan, belum lagi ketenangan hati karena otomatis teman-teman lebih tahan goncangan ekonomi (kan ada cadangan penghasilan) :

Ada orang-orang tertentu yang mungkin memang terlahir dengan mindset pengusaha, mungkin karena mereka lahir dan besar di lingkungan demikian, tapi ada pula yang memilikinya setelah dewasa, mereka ini sadar akan pentingnya kemandirian dan kebebasan finansial dan menyadari bahwa itu bisa dicapai dengan start awal memiliki usaha sendiri.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai atau mempelajari sesuatu yang baik & membawa kemajuan. Bahkan mungkin dengan start yang lebih belakangan ini teman-teman justru lebih memiliki kematangan sikap dalam belajar dan bertindak.

Apa sich sebetulnya mindset pengusaha itu? Ini adalah suatu sikap dan cara pandang seseorang sebagai seorang wiraswastawan, di mana dia menyadari sepenuhnya bahwa bisnis yang dijalankan ini sepenuhnya adalah miliknya, dan dia bertanggung jawab penuh atas kelangsungan serta masa depan bisnis ini.

Seseorang yang memiliki mindset pengusaha tidak akan menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, atau mengkambinghitamkan apapun bilamana bisnisnya mengalami kemunduran maupun kesulitan. Karena dia sadar pengusaha tidak cengeng, melainkan ulet, mandiri dan tahan banting (apalagi yang namanya masalah dan kesulitan kan selalu ada).

Mindset pengusaha ini tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang menjalankan bisnis offline, tapi juga bisnis online; para internet marketer pun tidak berkurang masalahnya dibandingkan mereka yang membuka toko di mall.

Mindset ini hendaknya dimiliki oleh siapa pun yang ingin mencapai kemandirian dan kebebasan finansial.

Coba pikirkan mindset teman-teman saat ini, apakah sudah puas dengan keadaan sekarang? Apakah tidak ingin mencapai lebih banyak dan lebih baik lagi? Bilamana iya, bagaimana cara mencapainya? It’s all about your own mindset 😉

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

3 Comments

Cyber Pacific September 26th, 2008 at 2:23 am

Nice article ^_^

Lina September 30th, 2008 at 7:54 pm

Thanks for dropping by in my blog

mindsetbisnisonline May 16th, 2010 at 8:57 am

Seorang yang bermental pengusaha adalah seorang yang berani mengambil resiko dan sanggup memperjuangkan apa yang telah dia putuskan.

Leave a Reply