February 7th, 2012

Kalau orang sudah dengar soal MLM (Multi Level Marketing) pasti responsnya banyak yang seru, yang berhasil di bisnis ini akan bilang MLM adalah bisnis yang bagus, tapi mereka yang gagal (berhenti terlalu cepat), akan bilang bisnis MLM jelek dst.

Saya pribadi pernah mencoba bisnis MLM, dan menurut saya bisnis ini bagus, karena kita bisa punya potensi penghasilan tanpa batas (namanya saja kerja sendiri, bukan pegawai, tentunya kita bisa menghasilkan sesuka hati kita, ibarat toko, kalau buka lebih lama, tentu bisa menjual lebih banyak).

Kalau ada orang berpendapat keuntungan penjualan retail (eceran) produk MLM terlalu tinggi, sebetulnya nggak bener juga loh. Gambarannya begini: kalau suatu produk bisa sampai ke tangan konsumen melalui toko, tentu barang itu harus dikirim melalui jasa pengiriman, lalu disimpan di gudang (ada biaya pemeliharaan inventory), kemudian dijual di toko, di mana toko tersebut mungkin sewa atau milik sendiri. Kemudian untuk menjual produk tersebut di toko, sudah pasti ada biaya pegawai, biaya promosi, biaya pembungkusan, biaya pengiriman, dll.

Bedanya, kalau di toko, biaya-biaya tersebut tidak terlihat kasat mata, sedangkan produk MLM terlihat sekali antara menjadi member (distributor/konsultan) dan tidak harganya berbeda cukup significant. Ini membuat sebagian orang berprasangka buruk, padahal bisa dibilang itu adalah hal yang fair (wajar).

Menjalankan bisnis MLM kadang orang merasa kalau teman-teman MLM seakan-akan suka memaksa mereka ikut serta, bilamana produk mereka bagus, tentu mereka ingin teman-teman mereka juga menikmati barang bagus, dan bila bisnis bagus, berarti ada income tambahan, yang minimal bisa berarti menggunakan secara gratis. Apakah bila anda menemukan suatu yang bagus, anda tidak menawari minimal saudara/teman baik anda? Saya masih memandang hal ini wajar. Tapi tentu saja tidak etis untuk memaksa, karena memang tidak semua orang suka berbisnis MLM atau punya waktu maupun menyempatkan waktu untuk mencari penghasilan tambahan.

Pada umumnya produk yang di MLM kan adalah produk yang istimewa dan eksklusif, karena itu harganya seringkali bukan harga murahan. Namun harga tentu seiring dengan kualitas.

Menjalankan bisnis MLM, bila teman-teman ingin besar di sini, sebaiknya fokus di pembentukan network (jaringan), karena dengan memiliki semakin banyak saluran distribusi, tentunya omset akan semakin tinggi. Sedangkan berjualan eceran, memang cukup lumayan tapi secara kuantitas belum tentu bisa maksimal.

Berjualan eceran tetap saja perlu, baik untuk keperluan tutup poin (sudah merupakan kewajiban untuk memperoleh komisi), juga bisa dipandang, berjualan eceran adalah kesempatan memperkenalkan produk.

Di era internet ini, sudah banyak produk MLM yang dipasarkan secara online, ini tentu saja menggembirakan, karena kita tidak perlu lagi door to door untuk mengajak teman, juga tidak perlu lagi sibuk menelepon mereka yang sibuk, cukup dengan BBM, dengan email, chatting, atau promosi melalui blog kita sudah bisa menjangkau banyak calon potensial.

Kadang orang sudah antipasti dulu terhadap produk/bisnis MLM, mungkin karena pengalaman buruk di masa lalu, atau cerita horror MLM dari teman lainnya, saran saya, jangan antipasti dulu, karena bisa saja apa yang ditawarkan adalah suatu kesempatan yang bagus untuk berpenghasilan tambahan.

Hendaknya tawaran ditanggapi dengan positif dan dewasa, tetap harus berhati-hati karena ada saja penipuan (money game) yang berkedok bisnis MLM, atau produk-produk kurang bagus yang sengaja dijual secara MLM untuk kesan eksklusifitas.

Semoga Bermanfaat 😉

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply