January 4th, 2015

Lama sekali nggak menulis untuk blog ini, jadinya ingin berbagi tentang materi2 yang saya baca dari berbagai sumber selama ini. Semoga opini tentang pentingnya income tambahan ini bermanfaat untuk teman-teman yang membaca blog ini.

Banyak sekali orang, yang berpuas diri dengan gaya hidup dan kemapanan yang sekarang sedang dinikmati, gaji masih bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri termasuk keluarga, masih ada sisa untuk berlibur dan ditabung. Tapi kita lengah kalau sebenarnya kita perlu menabung lebih banyak untuk masa depan kita, terutama mempersiapkan pensiun kita sedini mungkin.

Makin banyaknya seminar dan workshop tentang investasi serta perencanaan keuangan sungguh makin membuka mata banyak orang di mana kalau kita hanya menabung uang saja, uang tersebut daya belinya akan makin berkurang termakan inflasi (bunga tabungan selalu di bawah inflasi, belum lagi bunga tabungan masih termakan biaya pajak).

Nah, dari sana bisa terbayang kan kalau uang yang kita punya di tabungan tersebut nantinya saat kita pensiun tidak akan cukup untuk dipergunakan, kecuali kita mau menurunkan biaya hidup.

Kalau bingung tentang inflasi, bandingkan saja biaya harga bakso sekarang dan harga bakso 10 tahun yang lalu. Itulah inflasi, dan 20 tahun lagi, bisa-bisa bakso yang sekarang bisa kita makan dengan kenyang hanya dengan 15 ribu saja, mungkin cuma mendapatkan beberapa butir bakso. Kalau harga bakso saja meningkat, apalagi harga pendidikan dan kesehatan? Padahal kita semua tahu, makin tua usia kita, makin tinggi resiko kita untuk sakit. Apakah kita mau menderita karena tidak mampu berobat di masa pensiun?

Saat kita pensiun, tidak ada lagi aktif income dari gaji atau penghasilan bisnis, mungkin hanya dari uang pensiun dan bunga tabungan (serta penghasilan investasi buat yang punya investasi). Dari sini akan disadari pentingnya punya pasif income lain, sehingga kita masih memiliki uang untuk menunjang biaya hidup kita, kalaupun tidak dipergunakan, maka masih bisa ditabung/diinvestasikan.

Pasif income bisa berupa deviden buat teman-teman yang berinvestasi pada saham, atau bonus komisi jaringan buat teman-teman yang memiliki bisnis MLM (Multi Level Company).

Saya kali ini lebih menyoroti tentang MLM, di tengah makin maraknya teman-teman saya yang terjebak investasi bodong/money game, bayangkan saja, adakah bisnis yang bisa memberikan imbal balik sekian persen dalam waktu singkat? Dan dari merekrut rekan kerja saja bisa mendapatkan bonus? Uang money game biasanya memang dari perekrutan member baru, uang pendaftarannya yang biasanya mahal tersebut sebagian dijadikan komisi/bonus untuk member baru. Bilamana terus berputar demikian, lama-lama saat nggak ada orang baru, tentu perusahaan money game tersebut akan kesulitan membayar imbal balik yang dijanjikan kepada para anggotanya. Kemudian melayanglah semua uang member investasi bodong tersebut. Apakah anda rela uang yang susah payah anda hasilkan tersebut melayang begitu saja?

Logika saja, apakah masih ada jin uang, dimana uang berlipat secara tidak masuk akal dalam waktu singkat?

MLM selalu murah uang pendaftarannya (rata-rata masih di bawah 100 ribu), tidak perlu memiliki stok barang), dan MLM yang bagus selalu memiliki training serta support sistem untuk para anggotanya, sehingga selain memiliki penghasilan tambahan, para distributor juga berkembang kepribadiannya.

Tergiur iming-iming penghasilan tidak masuk akal bisa mencelakakan kita sendiri, maunya tambah kayak tapi jadi bunting. Haruslah selalu kita ingat kalau bisnis itu perlu proses. MLM perlu proses untuk membentuk jaringan (keagenan), dan sistem MLM yang baik tidak membuat siapa yang bergabung lebih dulu mendapatkan lebih banyak, Bisa saja kita bergabung belakangan tapi karena kita bekerja lebih keras, kita bisa memiliki penghasilan yang lebih besar dari rekan kerja senior kita (upline).

Nah, yang perlu diingat juga, pasif income itu selalu berawal dari aktif income. Mau pasif income dari MLM tentu harus membentuk jaringan dulu, di mana di sinilah memang tantangan tersulitnya. Ibarat membuka pabrik, tentu harus memiliki agen dan distributor untuk menyalurkan produksi kita. Nah kalau sudah membuka usaha sekian juga rupiah tentu kita akan berusaha terus sampai produk kita laku. Tapi bisnis MLM yang modalnya cuma di bawah 100 ribu, orang lebih mudah merelakan uang 100 ribu tersebut.

Banyak orang yang tidak betah merintis MLM, karena membangun jaringan (bisnis) memang memakan waktu, mencari rekan kerja yang satu visi dengan kita, yang juga punya cita-cita menciptakan pasif income dan mau bekerja keras dan pintar untuk mewujudkannya.

Iming-iming kemudahan mendapatkan uang dari money game membuat banyak orang kehilangan uangnya bahkan tabungannya karena merasa berinvestasi dan kemudian uangnya menguap begitu saja.

Semoga teman-teman lebih bijak memilih investasi dan menginvestasikan waktu ke sesuatu yang benar-benar menghasilkan.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply