April 19th, 2013

Familiar nggak ama judul di atas? Pernah mengalami nggak ya punya bisnis tapi kok nggak punya duit? Kenapa ya bisa gitu? Padahal orderan ada, duit pembayaran masuk dari konsumen ada….

Memang bisa terjadi karena modalnya diputarkan di bisnis, untuk membeli bahan, membayar tagihan-tagihan, atau tagihan penjualan belum dibayar konsumen, jadinya sebagai pemilik usaha kita jadi nggak punya duit…. Tapi bisa juga loh karena salah menghitung, jadinya rugi.. makin diputar makin sedikit jumlah uang kita yang ada di bisnis…atau bisa juga karena hasil produksi belum laku terjual (belum jadi duit lagi).

Tapi sebagai pemilik bisnis, tentunya tetap saja kita harus makan dan membiayai kehidupan pribadi dan keluarga bukan?

Nah beberapa tips berikut bisa digunakan sebagai strategi keuangan para pemilik bisnis:
–    pisahkan antara uang pribadi dan uang bisnis, jangan dicampur, supaya uang bisnis tidak sampai habis digunakan keperluan pribadi, karena dipikir itu uang pribadi dan sebaliknya supaya nggak sampai nggak bisa bayar tagihan karena dikira semua uang adalah uang bisnis.
–    Lalu bagaimana membiayai keperluan pribadi? Biasakan ambil gaji dari bisnis kita sendiri. Ini merupakan bayaran atas kerja keras kita juga , dan uang gaji ini bisa digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga. Bila bisnis belum berkembang, ambil gaji secukupnya…. Bila nanti ada laba lumayan di akhir tahun, pemilik tentu bisa mengambilnya sebagai bonus (untuk pribadi) atau tetap membiarkannya diputarkan sebagai tambahan modal bisnis).
–    Biasakan disiplin memiliki laporan keuangan, catat berapa pengeluaran bisnis dan pemasukannya, supaya tahu posisi keuangan perusahaan, berapa keuntungan/kerugiannya, ini juga merupakan evaluasi kinerja usaha kita.. dengan demikian kita selalu update terhadap jumlah tagihan yang harus dibayar serta piutang yang harus ditagih….
–    Disiplin melakukan pembayaran tagihan, dalam bisnis nama baik dan reputasi sangat penting, jangan sampai mendapat reputasi suka ‘ngemplang’ (tidak bayar tagihan), terlambat membayar dll… karena akibatnya supplier tentu malas memberikan barang kepada kita, bahkan mungkin mereka tidak berkenan memberikan diskon khusus karena pembayaran kita yang terkenal ‘alot’
–    Biasakan juga menagih piutang tepat waktu, penting untuk menjamin pemasukan usaha, kalau pembayaran dari konsumen tidak lancar tentunya arus keuangan usaha kita pun akan terganggu.
–    Selalu memiliki rencana untuk usaha, ada target yang harus dicapai (misalnya memiliki produk baru tiap 3 bulan, memperluas pasar, meningkatkan kapasitas untuk melayani  jumlah permintaan yang meningkat, meningkatkan servis pada para konsumen, dll), sehingga usaha makin berkembang… dan juga punya masa depan yang baik .

Nah kalau sudah begini, harusnya nggak ada lagi ya cerita punya bisnis nggak punya duit?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply