Ini bisa dibilang sekedar berandai-andai ya, tapi seandainya ada yang menjadikannya kenyataan, mungkin juga bisa menghasilkan uang saku tambahan ama banyak teman loh.
Gini nich ceritanya, mungkin gak ya kalo teman-teman bikin kafe sendiri di ujung kampung tempat banyak anak muda nongkrong? Namakan saja Café Gaul.
Di sana anak-anak muda yang nongkrong bisa menikmati kopi, kopi susu, teh hangat, softdrink, susu, es krim, jagung bakar, pisang goreng, roti bakar, dan aneka minuman serta snack ringan.
Nggak cuma itu, di sana mereka yang nongkrong boleh akses internet (sekarang wifi ama unlimited) kan udah terjangkau. Dan tersedia juga perpustakaan mini di mana mereka yang mampir boleh membaca gratis koran, buku atau majalah yang tersedia (sebaiknya dengan uang jaminan, buat mengganti bila mereka merusakkan bacaannya; kalau rusak nggak diganti, ntar bukunya bisa pada jorok dan kumal, karena semua nggak merasa turut memiliki).
Untuk internet tentunya lebih baik ditarik aja ongkos perjam nya, atau dibebankan di harga makanan dan minuman yang tersedia.
Saya membayangkan, Café Gaul di ujung kampung atau kompleks akan membawa banyak manfaat, baik buat pengelolanya (disarankan dikelola warga muda mudi dengan bergiliran melalui manajemen yang jelas dan transparan), dan yang mampir.
Buat pengelola, mereka bisa menciptakan lapangan kerja buat sekitarnya, mungkin bukan penghasilan yang bisa buat gantungan hidup, tapi minimal bisa menambah uang saku.
Dan sebagai pengelola, anak-anak muda tentunya akan bisa mempraktekkan ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari selama ini, misalnya aja dalam mengelola pembukuan café, mengelola manajemen manusianya (mengatur pembagian kerja, shift, dan deskripsi pekerjaan, termasuk sistem gaji dan bonus), juga bisa mempraktekkan manajemen pembelian maupun penjualan untuk promosi.
Pengelola secara langsung maupun tidak langsung juga akan mendapat banyak teman dan kenalan.
Dan buat warga sekitar, tersedianya tempat nongkrong yang mendidik begini (ada bacaan bermutu dan internet) tentunya akan bermanfaat, daripada pada nongkrong ngelantur tidak karuan bukankah lebih baik melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Tentunya internet tersebut haruslah dibatasi aksesnya, mengingat usia pengunjung, sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak bisa mengakses website-website porno dan game online, bukannya saya ini kontra dengan game online, tapi kan Café Gaul ini tujuannya bikin café yang asyik buat nongkrong dan belajar.
Saya tuh kadang sedih liat anak-anak muda yang hangout nya gak jelas, cuma hura-hura ama minum-minum.
Waktu itu gak bisa diulang, yang namanya penyesalan itu selalu datang belakangan, daripada menyesal tidak menggunakan waktu dan fasilitas yang ada, duh kenapa nggak banyak belajar waktu muda selagi ada kesempatan ya?
Anyway, mungkin dengan adanya Café Gaul seperti ini juga bisa menjawab kerinduan teman-teman yang pernah belajar di luar negeri. Banyak teman-teman saya yang menceritakan nikmatnya belajar dengan tenang di Café ditemani lagu yang menyenangkan dan cocok untuk belajar, sambil minum kopi atau coklat.
Café Gaul ini tidak perlu interior mahal, bisa outdoor ataupun indoor, yang penting nyaman, bersih, tenang dan aman buat pengunjung, ada toilet dan tempat cuci tangan (meskipun sederhana).
Hmmnn, seandainya ada Café seperti impian saya itu, bisa-bisa saya nongkrong tiap hari di sana, hehehe
Artikel Terkait :
















wah.. ngebayanginnya aja udah bikin pengen nongkrong di situ nih..
bener ya, aku aja suka nyesel, perasaaan dulu tuh kebanyakan main yg buang2 waktu aja.. coba dari dulu dah IM, kan dah kaya Ahira sekarang.. ha ha..
ya udah, berhubung telat, sekarang harus digenjot deeeh..