May 13th, 2009

Mendongeng? Mungkin banyak di antara kita yang dulu masa kecilnya masih menikmati dongeng sebelum tidur dari orang tua atau kakek nenek kita, tapi seiring kesibukan & tuntutan jaman, apakah anak-anak masa kini masih menikmati dongeng yang dibacakan orang tua? Atau sudah diambil allih oleh asisten rumah tangga (pengasuh anak)?

Anyway, mungkin teman-teman heran ya, kenapa blog ini tiba-tiba kok bicara soal mendongeng, kan ini bukan blog ibu-ibu atau blog tentang anak. Well, saya kira nggak ada salahnya ya sekali-kali membahas sesuatu yang berbeda sebagai selingan (biar nggak bosan juga kan?)

Dongeng sebelum tidur bisa dimanfaatkan untuk membina hubungan dekat antara orang tua dan anak, di samping mengajari mereka soal budi pekerti dan moral melalui cerita. Kalaupun belum punya anak, nggak ada salahnya loh mendongeng untuk adik kecil, keponakan, anak teman, siapa saja lah, entah sebelum tidur atau saat ada kesempatan, bila cerita itu berkesan, mereka akan mengingat anda sebagai ‘om – tante’ favorit mereka. Iya kan?

Bila teman-teman berminat untuk mendongeng dan mau tahu tips-tips mendongeng, baca terus ya…..

  • Sesuaikan cerita dongeng dengan usia anak-anak yang menjadi ‘audience’, anak yang masih kecil tentu tidak akan mengerti dongeng ‘Tangkuban Prahu’. Untuk mereka yang ‘imut’ ini pilih saja dongeng yang sederhana.
  • Berceritalah menggunakan bahasa yang sederhana serta dapat dimengerti oleh audience anak-anak ini, nggak ada gunanya teman-teman tampil keren dengan bahasa gaul, tapi audience nggak menangkap pesan ceritanya kan?
  • Gunakan intonasi suara yang tepat untuk lebih menghidupkan dongeng (cerita)
  • Gunakan perasaan saat mendongeng, maksudnya tunjukkan ekspresi wajah yang sesuai sehingga anak-anak dapat menikmati alur cerita serta terbawa ke inti dan emosi cerita. Ini juga bermanfaat supaya mereka dapat belajar dan membedakan berbagai macam ekspresi (sedih, senang, kagum, bersemangat, dll).
  • Bila perlu gunakanlah alat-alat peraga, seperti topeng, boneka tangan, boneka, dsb.
  • Jangan mengulang-ulang gerakan yang sama, dan jangan membuat-buat gerakan yang tidak perlu, anak-anak nantinya bisa-bisa malah bingung (ingat mereka masih anak-anak), dan gerakan-gerakan yang sama kan juga bisa membosankan mereka.

Merasa anak-anak bosan dengan cerita/gaya anda? Merasa nggak pede? Well, tidak perlu kuatir ya? Seperti halnya ketrampilan yang lainnya, mendongeng juga butuh latihan, makin sering teman-teman mendongeng, pasti makin terbiasa dan makin ahli.

Selamat Mendongeng ya 🙂

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

3 Comments

henri May 13th, 2009 at 1:25 pm

ya, setuju Lin.
Sampe kadang kalo pas di capture video, kadang aku jadi spt topeng monyet, hahaha.
Tp dari situ memang anakku jd dekat sekali scr emosional.

Lina May 13th, 2009 at 6:07 pm

Wah, Henri nich bapak yang baik, semoga banyak bapak-bapak yang mau meluangkan waktu mendongeng buat anak2nya yaaa….

sri sukanti June 10th, 2010 at 1:07 pm

bagus banget tips-tips mendongengnya … makasi banyak gan …semoga makin exsis

Leave a Reply