July 31st, 2008

Sekarang saya sedang teringat filosofi sederhana yang diajarkan saat saya bergabung dengan sebuah MLM. Sangat unik karena agak menentang arus meskipun sangat benar juga idenya.

Teman-teman pasti sering mendengar, banyak orang yang berpendapat lebih enak jadi pegawai (kalo eksekutif dengan gaji bertumpuk dan segudang fasilitas emang enak bener sich;) ). Jadi pegawai itu kalau hari minggu ama hari-hari besar pasti libur, tanpa potong gaji. Trus kalau sakit, masih dapat tunjangan dari perusahaan, bisa dapat cuti 12 hari setahun, jam kerja teratur, penghasilan teratur, trus yang biasanya dibilang juga ENAK LOH GAK USAH PAKE MODAL, kalo buka usaha kan perlu modal buat sewa tempat, beli stok barang, bayar pegawai, belum lagi kalo rugi nyaris setahun berturut-turut. Aduh enaknya jadi pegawai ya?

Tapi benarkah demikian? Benarkah menjadi pegawai itu tanpa resiko?

Coba kita pilah-pilah ya? Jadi pegawai itu PERLU MODAL loh. Gak percaya? Coba dech mana ada sich pegawai yang dibayar di depan (di awal bulan sebelum bekerja), pasti dibayarnya di akhir bulan kan? Jadi kerja dulu sebulan penuh, ntar akhir bulan terima gaji.

Lah biaya hidup sebulan sebelum terima gaji itu dari mana? Well, teman-teman, ITULAH MODALnya jadi pegawai🙁

Trus benarkah jadi pegawai tanpa resiko? Sebetulnya enggak juga loh, namanya juga ikut orang, kalo yang diikuti bilang, “udah jangan ikutin saya lagi.” Gimana coba? Itu namanya di PHK, meski dikasih pesangon, tetap aja PHK namanya, dan itu bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sekitar 2 tahun lalu bahkan saya kaget akan PHK yang disebut pensiun dini besar-besaran di sebuat perusahaan public (tidak perlu saya sebutkan namanya). Saat itu bahkan pegawai yang telah bekerja di atas 20 tahun pun begitu mendapat surat cintanya, besoknya sudah langsung non-aktif (gaji dan pesangon akan ditransfer sesuai haknya pada tanggal yang ditentukan).

Serasa kejam ya? Katakanlah emang perusahaan tidak membutuhkan, mungkin orang-orang ini akan menghargai misalnya mereka non-aktif sebulan kemudian, jadi kan bisa siap mental gitu. Tapi itulah yang namanya jadi pegawai, terserah yang menggaji ya?:(

Kembali ke topik semula, kalau jadi pegawai itu perlu modal, sebetulnya sama aja ya dengan buka usaha?

Anyway, yang ingin saya sarankan di sini, sekalipun ada di antara kita yang saat ini masih bekerja kantoran, seberapa besarpun gaji dan fasilitas yang diterima, sebaiknya tetap memikirkan untuk memiliki usaha sendiri, sekalipun itu baru usaha kecil-kecilan.

Kalaupun bukan untuk mencari uang, lakukanlah alternatif ini untuk merintis usaha buat pengisi waktu di masa pensiun (pensiun kalo cuma bengong , bisa cepet pikun loh 😉 )



Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

2 Comments

[…] Tapi harus diingat juga menjadi pegawai juga tidak aman dan bukan tanpa modal, coba baca artikel ini. […]

[…] Nah kenapa ya tidak banyak orang yang mau berwiraswata? Biasanya karena kurang modal, tapi juga karena punya mindset takut rugi. Padahal kalau udah di PHK, apa gak sama aja dengan rugi? (baca INI) […]

Leave a Reply