September 14th, 2008

Kemarin saya nonton berita di TV (udah lama sich gak nonton berita), dan saya kaget melihat berita soal makanan sampah restoran yang diolah untuk dijual ke pasar tradisional. Saya kira banyak di antara kita semua yang kaget dan tidak habis pikir ya?

Ke manakah yang namanya hati nurani? Apakah ekonomi yang menghimpit, keinginan akan kehidupan yang nyaman dan berlebihan benar-benar menutup mata hati?

Namanya aja kan sampah, nah tentunya untuk dibuang, eh kok ini malah di”daur ulang” buat dimakan. Tega sekali ya?

Belum lagi kadang lihat TV, makanan camilan anak2 yang diwarna macam-macam sampai lidah dan tangan ikutan berwarna, duh kok tega gitu ya? 9 Gimana kalau anak mereka juga ikutan makan? Apa mereka juga tega gitu? Atau oknum-oknum ini cuma tega dengan anak orang lain aja? 🙁

Sebenarnya hal-hal seperti ini tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, bahkan di dunia maya, banyak orang tega.

Di dunia maya, demi mendapatkan income online, orang tidak segan-segan menipu visitor blog/situsnya, juga melakukan spamming & hacking 🙁

Sebetulnya orang yang bisa spamming dan hacking dengan berhasil itu bisa dikategorikan pintar loh, buktinya berhasil kan? Cuma ini sayangnya kepintarannya diarahkan ke arah negatif, coba buat bikin kreativitas lain pasti lebih asyik 😉

Menurut saya loh ya, spamming n hacking itu kayak orang yang iri  hati, trus balas dendam aja (padahal dendam apa-an, kan itu tetap aja iri hati).

Kalau misalnya spamming & hacking dimasukkan kategori keisengan semata, wah wah, iseng sich boleh saja, tapi apa ya perlu iseng yang merugikan orang lain gitu?

Emang ini bisa dibilang jaman edan, orang udah gak mikir banyak, karena himpitan beban kehidupan dan nafsu… semoga hati nurani masih menyala sekalipun cuma berkedip

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply