March 6th, 2009

Sekitar hampir 2 minggu lalu, saya membaca di sebuah forum, ada seorang teman yang resign kuliah untuk fokus di dunia internet marketing, yang mana hal ini mendapat tentangan dari orang tuanya.

Keputusan yang diambil ini memancing berbagai reaksi, ada yang menyayangkan, ada yang mendukung, ada yang menyesali, tapi kemudian mengucapkan selamat berjuan, karena dia bagaikan pejuang yang telah membakar kapalnya, tidak bisa kembali lagi.

Kalau saya pribadi, mungkin saya menyayangkan teman saya ini resign kuliah, karena kalaupun dia ingin mencoba full time di internet marketing, kan bisa saja dia cuti kuliah dulu, nanti disambung lagi.

Atau mengapa dia tidak kuliah sambil tetap belajar internet marketing, seperti Danang (teman saya yang meskipun telah menghasilkan duit online, tetap menyelesaikan kuliahnya, dengan alasan itu adalah tanggung jawabnya kepada orang tua, selama orang tua menyediakan uang kuliah, dia harus kuliah dan menyelesaikannya dengan baik).

Apa kata Anne Ahira, bila mana dia mengetahui hal ini?

Saya pribadi tidak berpendapat bahwa kuliah adalah segala-galanya, masih ada banyak sumber dimana kita bisa belajar hal-hal bermanfaat dan menambah wawasan, tapi biar bagaimanapun, titel sarjana bisa dibilang sebagai pengaman, katakanlah kita ini pintar, tapi nggak punya titel, nah ini akan menjadi kelemahan kita saat bekerja untuk orang lain, memang ada perusahaan (terutama perusahaan pribadi) yang menggaji karyawan berdasarkan kemampuan, tapi kebanyakan perusahaan kan mempunyai standar berdasarkan ijasah juga… emang mau, orang pintar digaji layaknya lulusan SMA?

Kalau dibilang itu tuh, Bill Gates nya Microsoft, ama Mark Z. nya Facebook kan juga Drop Out…. Jangan lupa ya.. itu drop outnya Harvard… kalau nggak pinter banget, nggak bakalan mereka diterima Harvard…. Dan dari statistic, emangnya berapa sich orang drop out yang kemudian sukses seperti Bill Gates? Berapa persen dari orang drop out?

Anyway, saya hanya bisa bilang, semoga teman saya ini sukses di internet marketing, tapi perlu diingat, bahwa internet marketing bukanlah cara cepat menjadi kaya. Ini adalah bisnis di mana kadang kita untung, tapi tidak jarang kita malah rugi.

Dan untuk sukses, diperlukan waktu, mereka yang sukses sekarang ini juga sempat jatuh bangun dulu dalam membangun bisnis online nya. Mereka yang sukses juga kebanyakan merupakan risk taker, berani berinvestasi dalam belajar dan memodali bisnis onlinenya.

Saran saya buat teman-teman yang masih kuliah, pertimbangkan masak-masak, kalau Danang bisa sukses di internet marketing sambil menyelesaikan kuliahnya, mengapa tidak memodel Danang? Berilah orang tua kebanggaan, biarlah mereka juga puas berhasil mengantarkan anak menjadi sarjana. Banyak orang ingin kuliah tidak ada dana, mengapa harus membuang-buang kesempatan?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

6 Comments

audy March 6th, 2009 at 6:10 pm

iyaaah Lin…setuju ni ma Lina, karena kupikir, justru kelebihan internet marketing kan bisa dikerjakan sesuai ama waktu kita…jadi kita masih bisa ngerjain bidang laen, termasuk kuliah, sekolah ato kerja yang laen… selama kita ngerjainnya serius moga2 bisa jalan. Tapi gimanapun, smua itu adalah pilihan…moga2 (dan saya yakin) temen kita yang milih untuk full di internet marketing tu dah mempertimbangkan masak2….sebelom ngambil keputusan.

lindawati March 7th, 2009 at 1:22 pm

Bagi saya, sekolah harus tetep nomer satu. Memang sih ada orang yg meskipun tidak lulus sekolah tapi bisa lebih sukses dari orang yang lulus sekolah. Tapi bagaimana pun, bagi orang tua kita adalah suatu kebanggaan kalau anaknya bisa lulus sekolah, betul kan?

Jadi, lebih baik fokus di sekolah dulu baru deh fokus di Internet Marketing. Karena kalau mau dicombine agak susah jg, bisa2 berantakan. Sekali anda merasakan enaknya dapat uang, saya jamin anda akan malas untuk kembali ke bangku sekolah ^-^

poer March 10th, 2009 at 10:36 am

dulu aku jg gitu, keenakan kerja freelance, kuliah jadi berantakan ;))

Sin March 12th, 2009 at 7:55 pm

saya rasa uda bukan masalah yang pelik kalo org2 yang sudah merasakan bisa mendapatkan uang dari freelance atau IM pada saat semasa sekolah atau semasa kuliah menjadi malas sekolah dan ngelanjutinnya, karena ada kebanggaan atau bisa disebut kesombongan diri bahwa diri ini lebih mampu dibandingkan org lain, dan padahal itu salah.

Dan benar sekali kalo kita sudah sepatutnya mencontoh si mas danang teman lina ini. Good luck buat temennya.

nb: saya ngomong2 bagi2 e-book gratis di web saya. dateng dan kunjungi web saya yah (http://sin-add.com), trus kasih komen bagus atau tidak e-book saya yah. thx once again. 😀

Robert Hanson March 13th, 2009 at 12:40 pm

bagi saya, menjadi kaya dan menjadi pintar (dalam ukuran punya ijasah dan gelar) adalah 2 jalan yang berbeda.

kalau mau jadi kaya ya harus tegas milih jalan jadi kaya. jangan setengah kaya setengah pintar.

tidak bisa kita bilang harus bebas finansial sebelum 30 tahun tapi pada saat yang bersamaan harus punya gelar PhD juga sebelum 30 tahun.

emang bisa membangun bisnis yang solid sehingga menghantarkan seseorang hingga bebas finansial SEMBARI kuliah?

come’on… yang realistis aja deh…

kecuali kalau kategori kayanya itu cuma Rp. 5-10jtan saja sebulan, ya jelas itu masih bisa disambi kuliah.

tapi kalau goalnya sudah $5jt (LIMA JUTA USD) ya ga bisa pake cara ‘cari duit sambil kuliah’.

buat yang berani resign dari kuliah atau ngantor, selamat deh buat anda karena sudah berani membuat keputusan. pesan saya cuma satu : NEVER LOOK BACK!!!

Jonathan Haryanto March 24th, 2009 at 8:50 am

Kuliah memberikan kita status sosial, di samping ilmu pengetahuan. Jadi sebaiknya tidak boleh diremehkan. Memang banyak yang sukses tanpa ijazah, tapi jumlahnya makin kecil, dan merupakan minoritas yang dikecualikan. Jadi, teruslah kuliah kalo bisa ….

Leave a Reply