July 17th, 2009

Pagi hari ini, saya bangun tidur (memang bangun kesiangan 😛 ) disambut dengan sms teman saya yang mengabarkan adanya bom di Hotel Ritz Carlton dan J.W. Marriot, Mega Kuningan, Jakarta. Kaget rasanya, dan langsung saja saya menyalakan TV untuk mengecek kebenarannya.

Ternyata benar, teror bom ini sangat mengejutkan dan menyedihkan.

Saya bukan seorang politikus atau pengamat sosial-politik, tapi sebagai bagian masyarakat saya merasa prihatin atas tragedi teror bom di Jakarta yang kembali terjadi lagi.

Siapapun dalangnya, apapun alasannya, ini sudah pasti pada akhirnya merugikan bangsa kita sendiri. Turis dari luar negeri pasti jadi takut berkunjung ke Indonesia, sehingga pariwisata kita jadi sepi (apalagi kalau sampai terjadi travel warning), kemudian investor asing jadi takut (bayangkan saja kalau ada kerusuhan atau peledakan dan pabrik kena, itu bukan saja aset yang hilang, tapi juga beruntun kepada kehilangan pekerjaan untuk warga kita yang bekerja di sana.

Dan untuk keluarga yang menjadi korban, kehilangan anggota keluarga (apalagi misalnya korban adalah tiang keluarga) tentu sesuatu yang menyakitkan. Apakah mereka yang menjadi pelaku pemboman tidak memikirkan seandainya itu keluarga mereka ya? Atau mereka sudah tidak memiliki rasa belas kasihan lagi?

Agama apa pun, semua mengajarkan cinta kasih, bukan kekerasan, dan alasan apapun tidak mungkin ada alasan untuk menghilangkan nyawa orang lain.

Dengan terjadinya teror bom ini, Indonesia menjadi sorotan dunia kembali, ini tentu saja akan berakibat pada ekonomi, padahal negara kita memerlukan dana untuk membangun, dan perlu kepercayaan pihak asing supaya mereka mau berinvestasi di Indonesia.

Saya hanya warganegara biasa yang sungguh berharap negeri ini maju, supaya semua orang bisa hidup berkecukupan dan nyaman.

Rasanya primitif sekali tindakan-tindakan teror dan kekerasan, sekarang ini bukan jamannya lagi adu otot, lebih baik adu otak untuk membangun bangsa. Karena jaman sekarang ini musuh kita yang sebenarnya adalah kemiskinan, penyakit, kurangnya pendidikan, dan berbagai tantangan bagaimana bangsa kita bisa hidup berdampingan dengan nyaman, aman dan sejahtera.

Primitif sekali rasanya berbagai premanisme yang didedikasikan untuk perebutan kekuasaan ataupun keserakahan, karena pada akhirnya toh yang didambakan masyarakat adalah kesejahteraan dan ketentraman.

Mungkin yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa supaya aparat bisa segera menyelesaikan kasus teror bom Jakarta ini, dan kita lebih awas, waspada bila ada sesuatu yang mencurigakan kita laporkan kepada yang berwenang (siapa tahu masih ada rencana premanisme yang lain), dan tentu saja bersikap bijak terhadap semua isu, jangan sampai kita jadi korban adu domba yang nantinya bermuara di premanisme lagi.

Dukacita saya untuk keluarga para korban teror bom Jakarta 17 Juli 2009.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

3 Comments

bryan July 17th, 2009 at 11:04 pm

Iya saya jg turut berduka atas teror yg dilakukan iblis biadab ini…semoga para pelaku teror dapat segera ditindak dan dibrantas sampai akar2nya…salam

janu July 19th, 2009 at 7:53 am

sama , saya jg turut berduka cita, entah apa yang ada di pikiran para pengebom, semoga kejadian ini tidak terulang lagi,
dan otak di balik semua ini dapat segera ditangkap

Hifhzil Aqidi July 27th, 2009 at 2:28 am

sampai kapan bangsa ini akan didera musibah dan penderitaan. semoga kedepan kehidupan bangsa ini bisa lebih baik. amiin.

Leave a Reply