April 13th, 2009

Hari gini pake ponsel standard, mungkin bisa dibilang orang ketinggalan jaman (jadul ya), tapi benarkah demikian? Ataukah itu hanyalah pilihan bijak kita?

Ponsel canggih yang lebih kita kenal sebagai smartphone bisa dibilang sebagai computer mini dengan tambahan kemampuan menelepon. Smartphone juga bisa kita isi dengan program-program tambahan yang kita butuhkan.

Pelopor tehnologi smartphone ini adalah tehnologi dari Symbian yang pertama kali diterapkan oleh ponsel Ericsson R380. dan kemudian disusul oleh Windows Mobile, serta merek-merek smartphone lain di pasaran. Masih ingat kan kepopuleran Nokia Seri 9 tempo hari?

Smartphone ini makin hari makin lengkap saja fasilitasnya, mulai dari kamera, internet, wifi, musik, dll. Tapi sebenarnya bisa dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu ponsel dengan kemampuan office automation (untuk urusan kantor) serta ponsel dengan kemampuan multimedia (seri N Nokia, Seri W dan K pada Sony Ericsson).

Kegunaan smartphone pun makin beragam dengan adanya fitur-fitur menarik yang bisa didownload dari internet. Juga tambahan aplikasi-aplikasi menarik yang bermanfaat. Contohnya fitur card reader dari Nokia, di mana pengguna bisa memasukkan data kartu nama lengkap hanya dengan 1 klik. Atau aplikasi Fake a Call dari iPhone, di mana pengguna bisa menyetel seakan-akan ada telepon penting pada waktu tertentu (telepon palsu), aplikasi ini tentu sangat menyenangkan untuk meloloskan diri dari perbincangan yang membosankan). Belum lagi fitur GPS yang membantu kita untuk tidak kesasar.

Dan akhir-akhir ini kelihatannya yang sedang trend adalah Blackberry, bahkan saya punya teman yang sangat tergoda untuk membeli Blackberry yang konon sangat keren.

Keren? Tentu saja, seakan-akan hi tech banget kan pakai Blacberry, iPhone, dsj. Tapi apakah kita benar-benar perlu semua fitur tersebut? Apalagi buat teman-teman yang kemana-mana menenteng laptop, apa masih perlu ya menggunakan fitur-fitur yang sama dengan laptop di smartphone nya?

Juga buat para pemilik kamera digital, apakah masih perlu berfoto-foto ria dengan smartphone nya?

Secara keuangan, belilah sesuatu yang memang dibutuhkan, bila aktivitas kita sehari-hari sudah terakomodasi dengan fasilitas sms dan menelepon dari handphone standard, apakah perlu membeli smartphone? Smartphone yang fasilitasnya tidak digunakan sebetulnya kan tidak lebih daripada ponsel biasa ya?

Gengsi itu kerapkali mahal, dan nggak praktis, ada loh orang yang bawa Blackberry (karena dia memang mampu membeli) tapi nggak ngerti kelebihannya, dan hanya memakainya untuk telepon dan sms saja.

Facebook yang sekarang lagi trend berat di mana-mana tentu asik bila bisa diakses dari tangan kita setiap saat, tapi apakah ini merupakan kebutuhan? Kan bisa aja ntar di rumah menggunakan computer (laptop).

Lalu siapakah yang cocok menggunakan smartphone? Hanya teman-teman sendiri yang tahu, karena smartphone ini akan sangat membantu orang dengan aktivitas dan mobilitas tinggi, sehingga smartphone ini berperan seperti asisten pribadi.

Beli dan gunakan smartphone bila teman-teman memang membutuhkannya, tapi hendaknya lebih bijaksana, bukan menenteng smartphone  sekedar untuk gengsi belaka.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

2 Comments

poer April 13th, 2009 at 11:19 am

yang ada itu konsumen sering dibohongi mbak. sapa bilang facebookan cuma bisa pake blackberry, sapa bilang baca tulis email cuma bisa pake smartphone mahal, sapa bilang chatting cuma bisa pake hp mahal merek ini bla bla bla…

Lina April 13th, 2009 at 7:48 pm

Hihi, saya sendiri gak gitu ngerti sih soal smartphone, cuma ya.. kalau butuh hape cuma buat sms ama telpon doang, kan gak perlu yang smartphone

Tapi kayaknya sekarang ini emang lagi demam BB (BlackBerry) dech…

Leave a Reply