March 28th, 2010

Saya baru saja selesai membaca sebuah buku menarik berjudul Totto-Chan’s Children, A Goodwill Journey to the Children of the World, bukunya terjemahan dalam bahasa Indonesia kok, jadi bacanya cepet :

Buat teman-teman yang hobi membaca, saya yakin sudah membaca buku sebelumnya dari Tetsuko Kuroyanagi (merupakan artis dan TV host terkenal di Jepang) yang berjudul Totto Chan : Gadis Cilik di Jendela yang merupakan memoir dari Tetsuko Kuroyanagi tentang sekolah di masa kecilnya (buku ini sangat recommended, memberikan pendekatan bahwa setiap anak istimewa dan memiliki cara belajar masing-masing).

Kembali ke buku Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia, buku ini merupakan true story dari Tetsuko Kuroyanagi yang selama 13 tahun menjadi duta kemanusiaan Unicef dari Jepang (sungguh mengejutkan, di akhir buku , saya mengetahui kalau para duta kemanusiaan ini hanya digaji $1 per bulan, saya yakin penghasilan adsense teman-teman jauh di atas ini kan?)

Saya sudah sering melihat tayangan televise soal perang, kelaparan, kekeringan, kemiskinan, tapi membaca buku Totto-Chan’s Children benar-benar seakan saya dibawa ke lokasi-lokasi perang, dan kekeringan, di mana di sana selalu saja anak-anak menjadi korban tak berdosa, dan betapa anak-anak itu meninggal dalam diam tanpa mengeluh.

Kalau kita 3 hari air PAM macet saja sudah stress tidak karuan, di buku ini, saya sangat tersentuh akan betapa berharganya air.

Foto-foto dalam buku ini sangat menyentuh, kalau kita masih mengeluhkan sepatu kurang bagus, sekolah gurunya menyebalkan, sekolah naik angkot, makanan tidak enak, dan berbagai keluhan lain, bacalah buku ini, maka teman-teman akan sangat bersyukur dalam segala kelebihan.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca, bukan saja sekedar mengetahui, tapi saya sangat berharap teman-teman selalu bersyukur setiap hari atas segala yang masih kita miliki. Dan lebih jauh lagi, bila teman-teman tergerak hati untuk membantu saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia yang sangat-sangat menderita (Unicef menyediakan berbagai sarana donasi, mulai credit card sampai paypal, dan banyak lainnya).

Untuk teman-teman blogger, saya rasa kita haruslah berbuat sesuatu juga, dari situs UNICEF, di sana terdapat berbagai kegiatan, sampai cara mengumpulkan dana, saya yakin dari postingan sederhana teman-teman di blog, pastilah nanti ada yang tersentuh, mungkin ada yang belum tahu kalau untuk menjadi donatur UNICEF kita nggak perlu kaya raya dulu. Dan sebetulnya melalui promo kegiatan UNICEF di blog kita, kita juga sudah take Action.

Akhir kata, saya tidak bisa menjelaskan detail sekali tentang buku Totto-Chan’s Children ini, karena terlalu luas untuk dibahas dalam 1 postingan; tapi saya berharap teman-teman mau meluangkan waktu untuk membacanya (sebagian royalti buku ini juga untuk kegiatan Unicef), dan lebih jauh lagi marilah kita bantu semua saudara kita ini.

NB:
Semangat berbagi ini juga bisa kita terapkan di negara Indonesia tercinta kita ini, masih banyak saudara-saudara kita yang hidup di bawah garis yang membutuhkan uluran tangan kita.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

4 Comments

audy March 28th, 2010 at 11:35 am

hohoho bener….untuk berbagi ga perlu nunggu kita kaya… berbagi apa yang bisa kita bagi, dari hal2 kecil dulu, berbagi senyum, do’a, ilmu de el el… ini lina juga dah berbagi info…thank u yaah…. kuncinya satu d, berbagi dengan tulus…

Jabon April 2nd, 2010 at 3:56 pm

saya setuju sama audy, dan.. semakin banyak memberi semakin banyak menerima… heheh

faisal April 29th, 2010 at 12:47 am

sy baru aja selesai baca……….
buku yg sangat bagusssssssssss……….
terharu membacanya……..hiks…hiks….hikss…..
versi inggrisnya….

hanari June 8th, 2014 at 1:40 pm

Belum berkesempatan membaca euy

Leave a Reply