July 26th, 2009

Tanggal 11 Juli 2009 kemarin, pagi-pagi buta saya mendapat sms dari seorang sahabat yang mengabarkan kalau sahabat online saya yang lain, Audy jadi korban pencurian di rumahnya.

Barang yang diambil adalah handphone, uang dan laptop. Saya langsung kepikiran sampai nggak bisa balik tidur, nggak kebayang deh laptop hilang, bagaimana dengan data-data di dalamnya, apalagi bagi seorang blogger, komputer bisa dibilang ‘belahan jiwa’.

Gak kebayang deh kalau itu kejadian, pasti sibuk mengganti password berbagai account mulai dari affiliate network, hosting, admin blog, adsense, adwords, semuanya deh 🙁

Rasanya kok ya tega gitu menyusahkan orang lain seperti ini, belum lagi trauma yang menimpa, siapa sih yang gak kaget dan miris membayangkan kemalingan di rumah dan pencurinya begitu dekat dengan kita, kan pasti sudah kebayang kalau kita pas terbangun, bisa saja pencuri tersebut menjadi panik, dan kemudian sengaja atau tidak sengaja jadi melukai kita.

Rasanya hari-hari minggu kemarin ada beberapa berita buruk seputar blogger, ada yang kena hack account emailnya, ada yang kena hack paypalnya, ada yang kena gendam tabungannya, dan di akhir minggu Audy kecurian.

Secara langsung, saya menghubungkan musibah-musibah tersebut dengan kesulitan ekonomi, makin banyak orang butuh duit

Kecuali hacker account email, entah apa motifnya, padahal kalau posisi dibalik, gimana gitu kalau kita yang kecurian, dan kok tega gitu, kan tidak semua blogger bisa mengatasi masalah teknis apa yang harus dilakukan saat account nya kena hack, kasihan dong, kenapa kreatifitas dan kepintaran ini tidak digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat?

Anyway, bicara soal duit, siapa sih yang tidak butuh uang? Tapi memang banyak orang yang memilih cara singkat untuk itu, misalnya dengan mengambil milik orang lain. Kadang susah juga dibahas, karena bisa saja mereka mencuri karena terpaksa, misalnya saja ada yang sakit, tidak ada uang atau pinjaman untuk berobat.

Jadi kalau dibahas, rasanya hubungan antara kesulitan ekonomi – keserakahan –  kejahatan, tidak pernah akan ada habisnya. Dan pada akhirnya yang bisa kita lakukan hanyalah tinggal berdoa supaya dijauhkan dari yang jahat, musibah dan kesialan, serta waspada, berhati-hati supaya tidak menjadikan diri sendiri sebagai ‘korban potensial’

Hmnn ‘korban potensial’ itu maksud saya tampil mencolok sampai-sampai kita menarik untuk diambil hartanya, misalnya dengan tampil ‘mewah’ (glamour) atau tampil dengan perhiasan berlebihan.

Apalagi mengingat jaman sekarang ekonomi lagi susah, kebutuhan hidup harganya meningkat, saya kira lebih bijaksana bilamana kita semua tampil sederhana saja, selain supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, juga sebagai solidaritas kita sebagai bagian dari masyarakat yang tengah ‘prihatin’

Ibaratnya, banyak orang susah di sekitar kita, tentunya kurang peka bilamana kita tampil dan bertingkah ‘berlebihan’.

Dan untuk meningkatkan kewaspadaan, yang bisa kita lakukan adalah menghindari ‘tempat-tempat rawan’, memeriksa ulang kunci pintu rumah, kendaraan, serta lebih berhati-hati dan waspada saat naik kendaraan umum.

Lalu yang paling penting tentu saja berdoa minta perlindungan dan keselamatan dari NYA.


Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

3 Comments

janu July 26th, 2009 at 4:16 pm

benar itu
kejahatan bukan hanya karena niat pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan, waspadalah2
kayaknya kalo di Indonesia Kesulitan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kejahatan, mungkin ya, he..he..he..

ComputerPDA July 28th, 2009 at 8:06 pm

wah, turut berduka cita sama mbak audy, smoga ini menjadi cobaan dan mbak audy tabah menghadapinya 🙂

jaman makin modern dan teknologi makin canggih, malah yg miskin semakin bertambah banyak, pemerintah dimana kinerjamu yg membuat pasal anak-anak telantar dan orang miskin dipelihara oleh negara ? (apakah UU ini sudah engkau laksanakan ???). Kalau tidak becus membuat UU, tidak usah dibuat deh UU itu, indonesia sekarang malah yang kaya makin kaya, yang miskin semakin sengsara, korupsi uang negara bisa menikmati kebebasan, yg maling ayam di pukulin massa.

Apakah ini suatu keadilan bagi negaraku tercinta ini ? saya tinggal di indonesia dan hal2 spt inilah yg terjadi di negaraku tercinta ini.

Pemilihan presiden sudah terbukti menang SBY dan BUDI, masih ada aja yg mempertentangkan atas kemenangan kubu tsb. Apakah mental2 spt ini mental para pemimpin indonesia ? (kalo kalah, yah anggaplah kekalahan itu adalah kemenangan yg tertunda, bukan membuat urusan makin rumit bgini (naik banding ke Mahkamah Konstitusi). Para pemimpinku, sadarlah bahwa tantangan dan arah masih banyak di depan, jgn lah mempertentangkan apa yg kamu anggap itu adalah kelemahan dirimu.

Bangkitlah indonesia, indonesia jaya sekarang dan selama-lamanya

Cheers,
Paul

bang napi July 28th, 2009 at 8:26 pm

waspadalah.. waspadalah.. hihihiih

Leave a Reply