January 21st, 2011

Mungkin saya termasuk yang terlambat mendengar informasi kalau terhitung sejak 1 Januari 2011, pemerintah sudah menghapus biaya fiskal keluar negeri untuk mereka yang tidak memiliki NPWP.

Ini termasuk kemudahan, karena sebelumnya berat juga buat yang tidak punya NPWP untuk membayar fiskal sebesar 2,5 juta rupiah, apalagi kalau misalnya keluar negerinya dalam rangka berobat (uang 2,5 juta kan lumayan juga buat membayar dokter atau obat-obatan).

Tapi bad newsnya, meskipun jalan-jalan keluar negeri jadi murah karena bebas fiskal, sekarang ada yang namanya pajak shopping, jadi belanjaan yang kita bawa dari luar negeri akan dikenai pajak.

Sebetulnya ini menyebalkan juga, mendengar kata pajak, pasti asumsi kita adalah kalau uang pajak sebagian besar tidak masuk ke kantong negara. Kemudian kita keluar negeri (ala travel hemat) kan jalan-jalan sambil beli oleh-oleh sedikit atau kadang membeli elektronik terbaru yang biasanya selain versi terbaru atau limited edition (yang belum ada di Indonesia) juga beli di luar negeri karena lebih murah daripada beli di Indonesia (pajak impor, bea masuk, kan mahal juga). Nah sekarang mau dikenai pajak. So what? Sebel kan?

Emang ada batasannya, maksimal USD 250 per orang tidak akan dikenai pajak, tapi bayangin kita mungkin harus berdebat dulu tentang harga barang, dan sebagainya di bandara saja sudah capek. Pulang jalan-jalan keluar negeri biasanya kan capek (maklum terkadang perjalanan panjang belum lagi ditambah transit sana sini), eh sampai negeri sendiri sudah harus berdebat setelah antri loket imigrasi. Gak fun kan jadinya?

Memang buat pembelian yang berkaitan dengan profesi kita (misalnya photographer, gak akan kena pajak untuk pembelian alat-alat fotografinya), tapi yang sudah pernah punya pengalaman traumatis di airport, pasti sudah capek dahulu.

Saya pribadi tentu saja berharap kalau negara kita akan semakin maju, tidak mempersulit warganya. Dan yang juga penting, jangan sampai turis yang masuk negara kita ini mendapatkan image buruk berkenaan dengan barang bawaannya (misalnya oleh-oleh) di Airport.

Untuk teman-teman yang ingin tahu tarif bea masuk, silahkan cek di www.insw.go.id , portal ini menyediakan segala informasi lalu lintas barang ekspor impor di jendela e-service.

Saya hanya berharap jangan sampai kita berhemat hemat ria di perjalanan ke luar negeri, berlibur murah ala travel hemat, eh gak tahunya pulang ke negara sendiri malah keluar duit banyak kena pajak oleh-oleh 🙁

Semoga semua perubahan ini membuat negara kita semakin baik, dan semakin maju. Kita sebagai warga negara hanya bisa mendukung dan berharap.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply