February 9th, 2009

Tiap tahun selalu ada liburan panjang di mana orang suka bepergian ke tempat-tempat baru yang agak jauh, seperti liburan kenaikan kelas, liburan akhir tahun, liburan Lebaran, liburan Natal.

Biasanya orang akan bepergian bersama keluarga atau berombongan bersama teman-teman, dan sudah menjadi trend untuk bepergian ke tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Baik dalam maupun luar negeri (bila punya dana lebih).

Liburan di dalam negeri sesungguhnya sangatlah menarik, apalagi Indonesia kita ini sangat luas dengan aneka kekayaan alam dan budaya.

Tapi liburan di luar negeri pun menawarkan kesenangan berbeda, seperti kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan bahasa asing yang telah kita pelajari (misalnya bahasa Inggris), ataupun kesempatan mengenal budaya baru yang sama sekali berbeda dengan budaya Indonesia.

Selain itu dengan melihat negara-negara asing ini, tentu banyak yang bisa kita pelajari, misalnya disiplin dan kebiasaan hidup penduduknya, seperti halnya Singapura di mana negaranya terkenal bersih, banyak pedestrian walk di mana kita bisa berjalan kaki dengan nyaman dan aman. Penduduknya pun cukup berdisiplin dalam budaya antri (benar-benar perlu kita tiru), toilet-toilet umum di sana relatif sangat bersih dibandingkan toilet umum di Indonesia.

Toilet sebetulnya bisa dibilang hal yang sangat sederhana, tapi penting, bayangkan saja saat kita mendapat ‘panggilan alam’ tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan tidak ada toilet, atau adanya toilet yang ‘kotor’; duh stress kali ya? Toilet kan bisa dibilang juga sebagai sarang penyakit kalau tidak dijaga dengan benar sanitasinya.

Nah siapa tahu, setelah dari Singapura, nanti akan muncul budaya malu, di mana kita jadi lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari kita sendiri.

Apa nggak malu ya, kita sebagai warga Indonesia kalau sampai mendengar turis asing bilang negara kita ini jorok?

Bepergian ke luar negeri perlu direncanakan terutama berkaitan dengan biayanya yang tidak sedikit. Belum lagi kalau kita pergi beramai-ramai bersama keluarga. Wah wah, bisa-bisa budgetnya bengkak nich.

Tapi sebetulnya teman-teman nggak perlu loh was-was berlebihan, karena sekarang sudah ada Travel Hemat, yang membuka rahasia hemat ke luar negeri.

Penulisnya adalah seorang tour guide  profesional dengan jam terbang ke lebih dari 71 negara selama hampir 20 tahun terakhir ini. Wah.. semua tips nya tentu saja berdasarkan pengalaman kan? Jadi bukan teori mulu loh 🙁

Dengan Travel Hemat, diharapkan kita bisa mempersiapkan diri untuk suatu negara tertentu yang kita tuju, baik dari segi budget, bahasa, kesiapan mental, dan rencana yang matang.

Setidaknya saat kita berkunjung ke suatu negara tertentu, kita tahu ke tempat wisata mana saja kita nantinya di sana. Dengan memiliki rencana matang ini, kita jadinya nggak lagi menghabiskan waktu untuk bengong saat sudah tiba di sana (bengong karena tidak tahu harus ke mana atau ngapain)

Untuk pemula, mungkin buku Travel Hemat Singapura-KualaLumpur-Bangkok akan sangat praktis, berkunjung ke negara-negara ini relatif mudah, tidak memerlukan visa turis, dan kendala bahasa pun tidak besar, Di Singapura dan Kuala Lumpur sedikit-sedikit mereka masih bisa mengerti kok bahasa Inggris kita yang pas-pasan yang bercampur bahasa Indonesia.

Anyway, apa sich yang bisa kita lihat di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok? Apakah ini merupakan hal-hal yang ingin kita lihat dan kunjungi mumpung kita masih sehat? Ataukah sebetulnya tempat-tempat ini bukanlah style kita? (Ada loh orang yang traveling untuk shopping, untuk melihat budaya, untuk bersantai, dsb)

Nah untuk itulah, kita akan memerlukan tips dan trik dari Travel Hemat, baik untuk menentukan tempat-tempat tujuan kita maupun untuk mempersiapkan diri seputar rencana liburan kita.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply