January 31st, 2009

Menurut sebuah sumber (KompasCybermedia) konsumsi gorengan di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sekitar 60% dari susuan menu keluarga adalah sajian serba goring, baik itu tahu, tempe, ikan, ayam, hingga telur.

Padahal siapa sich jaman sekarang yang tidak waspada terhadap gorengan yang bisa diidentikkan dengan kolesterol?

Kebetulan sekali pada majalah Femina Edisi 15-21 Januari 2009, saya menemukan tips aman menggunakan minyak goreng, yaitu:

  • Jadikan mata dan hidung sebagai alat deteksi minyak, jika tercium bau tengik menyengat, kemungkinan minyak telah mengalami kerusakan. Ini membuat makanan yang digoreng juga rusak.
  • Perhatikan dengan cermat kemasan minyak yang anda beli. Bila ada kebocoran dikhawatirkan udara dan uap air yang masuk akan menurunkan mutu minyak.
  • Hindari menggunakan penggorengan yang terbuat dari bahan besi dan tembaga, karena kan mempercepat proses kerusakan mnyak. Gunakan wajan yang terbuat dari bahan stainless stell karena tidak bereaksi dengan minyak/hindari memasukkan bahan baku ke dalam minyak panas, karena air akan mempercepat proses kerusakan minyak.
  • Goreng bahan makanan setelah minyak benar-benar panas supaya hasil gorenangan menjadi lebih sempurna.
  • Agar kualitas minyak tetap bagus, pertahankan suhu gorengan tidak lebih dari suhu 190 derajat Celcius.
  • Simpan minyak di tempat sejuk, tertutup, jauh dari sinar matahari dan sumber panas.
  • Minyak kelapa dan kelapa sawit yang sudah digunakan (jelantah) masih dapat diigunakan lagi, asalkan disimpan di dalam wadah tertutup dan telah dibersihkan dari sisa-sisa gorengan yang tertinggal. Disarankan, penggunaan minyak berulang hanya 3 hari dari waktu pertama pemakaian.
  • Minyak bekas menggoreng makanan berbumbu rempah (terutama yang mengandung kunyit) menjadi berubah warna dan kental. Sebaiknya tidak digunakan lagi, karena dikhawatirkan senyawa toksik yang merajalela dalam minyak bisa menimbulkan kanker.

Nah itu sekelumit fakta sederhana tentang minyak goreng yang saya temukan, kelihatannya mungkin memang mahal dan rumit, tapi kalau kita mau membiasakan diri untuk hidup sehat, semua akan terasa ringan dan menyehatkan, apalagi sekarang sakit itu bisa mahal.

Bayangkan saja, teman-teman yang masih muda, punya karir cemerlang, keluarga yang menyenangkan harus menjalani kualitas hidup yang kurang asyik, gara-gara kolesterol, asam urat, dll, bukankah lebih mudah dan murah kita mulai saja menjaga kesehatan kita sejak dari sekarang?

Semoga bermanfaat 🙂

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply