February 5th, 2010

Setelah artikel sebelumnya tentang ikan asin, hari ini saya akan melengkapi informasi seputar ikan asin yang perlu kita ketahui sbb:

Seringkali ikan asin mengandung formalin. Zat ‘ilegal’ ini sengaja digunakan para produsen nakal untuk mencegah proses pembusukan dan mempercepat proses pengeringan ikan asin.

Proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari, akan terhambat saat musim hujan tiba. Karena proses pengeringan kurang sempurna, ikan asin jadi mudah busuk. Di sinilah formalin unjuk gigi dalam mencegah pembusukan.

Dalam hal efisiensi waktu, pembuatan ikan asin dengan memakai formalin akan memakan waktu lebih cepat. Jika dengan cara normal (digarami dan dijemur) dibutuhkan waktu sekitar 7 hari, dengan diberi formalin, hanya dalam 1-2 hari saja.

Dalam hal efisiensi waktu, pembuatan ikan asin dengan memakai formalin akan memakan waktu lebih cepat. Jika dengan cara normal (cigarami dan dijemur) dibutuhkan waktu sekitar 7 hari, dengan diberi formalin hanya dalam 1- hari saja.

Selain itu, formalin dipakai untuk mengurangi kadar penyusutan. Misalnya seekor ikan segar seberat 100 gram, setelah dijemur hingga kering beratnya menyusut sekitar 60%, dengan menggunakan formalin, penyusutan bobot maksimal sekitar 35% saja.

Proses pengiriman yang bisa membuat ikan jadi hancur dicegah dengan menggunakan zat ‘dewa’ ini. Dengan formalin, ikan asin tidak lekas hancur.

Selain romalin, jenis insektisida juga sering disemprotkan saat pembuatan ikan asin. Tujuannya adalah menghindari lalat yang biasanya menyerbu saat ikan asin dijemur dan dikeringkan.

Ikan asin yang ditambahkan formalin biasanya berwarna lebih cerah, aroma/bau ikan asinnya tidak nyata, tidak terlalu kering tetapi awet hingga lebih dari 2 bulan dan tidak dihinggapi lalat.

(Femina 16-22 Januari 2010)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

One Comment

hanari June 8th, 2014 at 1:47 pm

Untung saya tida suka ikan asin.

Leave a Reply