June 23rd, 2009

Dewasa ini, seiring dengan makin sibuknya orang tua, berangsur-angsur acara TV menjadi sahabat anak-anak. Karena ini merupakan cara yang cukup mudah, anak-anak jadi punya kesibukan yang diharapkan akan mengajarkan mereka nilai-nilai kehidupan serta berbagai macam hal yang mereka perlu ketahui. Tapi bisakah anak-anak ini belajar dari TV?

Bahkan para pengasuh anak yang tidak mau repot, memilih untuk mendudukan anak di depan TV sambil makan daripada berkomunikasi dengan anak asuhannya. Dan karena minimnya wawasan para pengasuh ini (atau karena tidak mau repotnya), anak-anak ini diajak menonton sembarang acara TV yang mungkin sangat tidak cocok untuk usia mereka.

Untuk itu, mungkin artikel dari Femina 23-29 Mei 2009 ini bisa memberikan sedikit aturan main yang perlu diketahui orang tua berkenaan dengan kegiatan menonton TV anak:

  • Batasi waktu anak menonton TV. Anak di bawah 2 tahun, waktu maksimal yang disarankan 15 menit. Dan bagi anak usia 2 tahun ke atas, pastikan mereka tidak berada di depan TV lebih dari 1 jam.
  • Tentukan dan sepakati program apa yang boleh ditonton. Jangan biarkan mereka menonton program yang tidak sesuai dengan usianya.
  • Pilih acara yang tenang dan berdurasi relative lambat untuk memberikan anak waktu berpikir dan menyerap informasi.
  • Temani anak saat menonton, agar anda bisa segera memberikan pemahaman yang diperlukan.
  • Latih anak bersikap kritis, selesai menonton, lakukan diskusi ringan dengan anak tentang acara yang baru mereka lihat.
  • Setelah selesai menonton, lanjutkan dengan aktivitas yang berkaitan dengan tema acara. Misalnya, setelah menonton dora yang bertema angka, anak-anak bermain hitung-hitungan menggunakan peralatan di rumah.

Semoga bermanfaat ya. Sekalipun teman-teman belum berkeluarga, tidak ada salahnya membagikan informasi tersebut untuk sanak saudara maupun teman-teman. Jangan sampai anak-anak kecil di sekitar kita ini menjadi manusia ‘dewasa’ berbadan anak-anak hanya gara-gara salah nonton acara TV.

Seperti kita lihat sendiri, sajian TV kita lebih banyak ke arah sinetron remaja dengan aneka cerita cinta, juga sinetron ruwet dengan segala dilemmanya yang bahkan dibuat semakin panjang dan terkesan mengada-ngada.

So, usahakanlah, tayangan TV bermutu untuk anak-anak, ibarat makanan, biarlah mereka memakan makanan sesuai dengan usia mereka.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply