January 31st, 2010

Saya yakin banyak diantara kita yang suka sekali makan ikan asin, baik digoreng kering, diolah menjadi campuran nasi goreng, atau diolah menjadi masakan tertentu. Pesona rasa ikan asin memang membuat kangen.

Oleh karena itu, teman-teman penggemar ikan asin perlu lebih jauh mengenal beberapa hal seputar ikan asin, namanya saja ikan yang diawetkan, tentu saja kita harus berhati-hati dalam memilih dan menyimpannya kalau kita tidak mau mendapatkan ikan asin dalam kualitas rendah.

Untuk itu , mungkin beberapa informasi ini bermanfaat buat para penggemar ikan asin seantero nusantara:

  • Warna daging mendekati warna asli ikan segar, tidak kemerahan atau menjadi pudar. Adanya bercak-bercak berwarna kemerahan pada permukaan ikan asin bisa jadi indikasi tercemar bakteri. Begitu juga dengan bercak berwarna biru, putih, atau ungu, yang kemungkinan tercemar oleh jamur.
  • Khusus untuk teri medan, pilih yang tidak terlalu putih, karena biasanya telah diberi zat pemutih agar lebih menarik.
  • Tekstur daging yang padat kenyal dan tidak mudah sobek pertanda ikan asin yang bagus. Hindari yang berdaging lunak dan mudah hancur.
  • Bagian dinding perut masih utuh, tidak hancur seperti menjadi bubur yang berwarna kecoklatan. Begitu juga dengan bagian tulang belakang yang tidak berwarna kemerahan.
  • Jika membeli ikan asin utuh, pilih yang selaput kornea matanya jernih dan bola mata yang cenderung menonjol. Sebaliknya, bola mata yang tenggelam, berwarna pudar, dan tampak berselaput kuning adalah ciri ikan asin yang tidak baik.
  • Berbau segar seperti bau laut dan tidak berbau busuk menusuk atau asam. Ikan yang berbau asam mungkin juga dikarenakan adanya pertumbuhan mikroba akibat penggaraman yang tidak merata. Bau tengik pada ikan asin juga bisa jadi karena ikan terlalu lama disimpan, sehingga terjadi oksidasi lemak.
  • Rasa ikan tidak pahit. Jika pahit, kemungkinan karena penggunaan garam yang tidak murni.
  • Simpan ikan asin dalam suhu ruang, di tempat kering, tidak lembab, dan gunakan tidak lebih dari 2 bulan sejak waktu pembelian.
  • Untuk mengolahnya, terlebih dahulul cuci di bawah air mengalir untuk mengurangi tingkat keasinannya dan mengantisipasi pembuatannya yang kurang higienis.

(Femina 16-22 Januari 2010)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

2 Comments

Ibujempol January 31st, 2010 at 6:05 pm

Makasih infonya Lin, Sangat bermanfaat.
Selain itu perlu diciumin gak bau baygon kali ya ? Soalnya pernah disinyalir, utk mengusir lalat dan ulat, para nelayan suka nyemproyt ikannya pake baygon atau obat pembunuh serangga lainnya.

Ngeri kan ya ?

hanari June 8th, 2014 at 1:48 pm

Info yang sangat bermanfaat terutama untuk penggemar ikan asin

Leave a Reply