January 29th, 2009

Sudah lama rasanya saya tidak membaca majalah Readers’s Digest, dan entah mengapa saya tertarik pada RD Edisi Januari 2009.

Ternyata lumayan juga, kebetulan sekali saya menemukan artikel pendek tentang teh yang mungkin bermanfaat buat teman-teman.

Sudah pasti bagi masyarakat Indonesia, teh bukanlah barang asing lagi, ini merupakan minuman sehari-hari selain kopi, baik anak-anak, orang dewasa, orang tua, hampir semua menyukai teh.

Kalau sedang hujan, orang akan memilih teh hangat, dan di saat udara panas, teh dingin pasti menyegarkan.

Tapi ternyata teh punya kelemahan yang harus kita hindari loh. Ini saya baca dari Reader’s Digest edisi Januari 2009, seorang pemerhati dah konsultan teh, Bambang Laresolo, mengatakan, yang harus diwaspadai dari teh adalah efeknya yang menghambat penyerapan zat besi akibat kandungan cathecin. Karena itu penderita anemia tidak disarankan minum teh banyak-banyak,

Selain itu, sifat diuretik (merangsang tubuh mengeluarkan air seni) teh mengharuskan enderita penyakit ginjal. Kafein dalam teh juga akan meningkatkan asam lambung, apalagi ketika diminum saat perut kosong. Sedangkan untuk menyiasati masalah penyerapan zat besi, Bambang menyarankan minum teh satu jam setelah makan utama.

Untuk menghasilakn rasa yang khas, seduh teh dengan suhu yang tepat. Teh hijau dengan suhu air 70-80 derajat Celcius, the Oolong 90 derajat Celcius.

Semoga bermanfaat ya 🙂

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

3 Comments

Bambang Laresolo April 21st, 2009 at 7:30 am

Wah, saya sendiri malah belum baca reader digest tersebut. 🙂 Makasih udah dikutipkan.

Lina April 21st, 2009 at 9:22 am

sama-sama, seneng dech rasanya kalau ada yang mendapat manfaat dari membaca kafesantai.com

mampir lagi ya 🙂

cheila muach February 4th, 2011 at 11:59 am

owwww gto ya!!!! pantesan aja aku serin pusing lho kalau minum teh banyak2….thanks ya atas imformasihnya.

Leave a Reply