May 22nd, 2009

Karena terlalu panjang, maka wawancara dengan Danang seputar bedoverku.com saya bagi menjadi 2 postingan, ini lanjutannya ya 🙂

KafeSantai : Pada awal berdirinya dulu, apakah Bedcoverku.com langsung memiliki tukang jahit sendiri?

Danang : Awal mulanya kami hanya menjualkan produk dari keluarga kami tersebut, tapi kemudian kami temukan kalau target market kami berbeda, keluarga kami tersebut mentarget ‘orang besar’ jadi harga barangnya bisa dibilang mahal untuk sebagian orang. Sedangkan kami di sini ingin mencakup seluruh lapisan masyarakat sebagai target market kami. Jadi akhirnya kami putuskan untuk memproduksi sendiri, diawali dengan 2 penjahit tersebut, , dan akhirnya kami putuskan untuk cari penjualan bed cover di jogjakarta dengan harga yang terjangkau dan juga kualitas bagus. Kemudian kami juga menemukan yang memang harganya lebih murah dengan kualitas sedikit beda.
Jadi setelah 2 bulan memasarkan produk toko tersebut, kami memutuskan untuk mencari penjahit sendiri (kebetulan penjahit, rekan kerja kami ini juga bekerja di rumah mereka masing-masing, sengingga jika ada pesanan, kami mengantar kain ke rumah mereka, dan 2 hari kemudian kami ambil kembali.
Mulai bulan ini kami sudah berani membeli mesin jahit sendiri dan menambah karyawan penjahit sebagai mitra kerja

KafeSantai : Selama beroperasi pasti pernah ya mendapat complaint customer, apa yang terparah yang pernah dialami sampai saat ini?

Danang : Sebenarnya tidak ada yang ekstrim, tapi pernah terjadi ada 1 customer yang memesan motif A, setelah pesanan jadi dan kami kirim, ternyata beliau ini ngotot kalau mereka memesan motif B, kami dan customer kami ini sama-sama bertahan, akhirnya kami memutuskan untuk mengalah, daripada nama baik kami rusak gara-gara 1 customer ini. Di masa yang akan datang, tentu kami lengkapi prosedur kami untuk menghindari debat kusir semacam ini, jadi kedua belah pihak sama-sama senang.

KafeSantai : Beberapa waktu yang lalu Bedcoverku.com diwawancarai Trans7 ya?

Danang : Iya benar, saat itu kami dihubungi dan diliput untuk acara Slamat Pagi di Trans7 yang kebetulan punya teme meliput usaha yang tidak perlu modal besar, dengan kata lain, usaha di mana asal ada kemauan bisa jalan.

KafeSantai : Kalau saya boleh tahu, berapa modal awal yang dibutuhkan untuk membuat Bedcoverku.com?

Danang : Hmmnn, hampir tidak ada, karena kebetulan saya sendiri sudah menjadi pemain internet marketing, dan memiliki hosting untuk unlimited domain, jadi saya sudah tidak perlu membeli hosting lagi. Untuk nama domain bedcoverku.com saya membelinya kebetulan saat ada diskon, jadi hanya perlu membayar $1.9 saja di tahun pertama. Script yang saya gunakan juga tidak ada, karena web bedcoverku.com saya desain menggunakan Dreamweaver, (bisa dilihat kalau saat ini tidak ada shopping cart di sana).

KafeSantai : Bicara soal internet marketing, sudah berapa lama Danang belajar dan praktek internet marketing ini?

Danang : Sejak pertengahan 2007 saya bergabung dan belajar internet marketing di Asian Brain, sampai saat ini, saya masih tercatat di sana.

KafeSantai : Apa rencana pengembangan bedcoverku.com ke depan?

Danang : Saat ini kami mulai mencoba untuk berjualan gorden, hal ini masih dalam proses. Bila ada kesempatan, rencana ke depan kami adalah fokus di peripheral rumahan saja, jadi tidak jauh juga dari bedcover & sprei.

KafeSantai : untuk teman-teman Netpreneur atau calon wiraswastawan, ada pesan-pesan khusus?

Danang : Untuk teman-teman yang ingin fokus di Internet Marketing, modal awal yang harus dimiliki adalah ‘keyakinan’. Kalau sampai saat ini, teman-teman yang sudah berkecimpung di Internet Marketing belum mendapatkan penghasilan yang diinginkan, bukan karena tidak cocok, tapi coba dilihat kembali cara kita memulai internet marketing apa sudah benar, prosedurnya, skill-skill yang kita butuhkan apa sudah dikuasai. Saya sendiri latar belakangnya beukan IT, tapi ekonomi, ternyata juga bisa kan menjalankan internet marketing?

Danang : Dan jangan mempermalukan internet marketing di Indonesia, tunjukkan kalau kita juga bisa.

Nah, bagaimana? Semoga wawancara saya dengan Danang ini dapat menginspirasi serta memotivasi teman-teman, kalau kita bisa menjadi Netpreneur, modalnya terjangkau, dan semua ketrampilan yang dibutuhkan bisa dipelajari tidak peduli apa latar belakang kita. Selama ada kemauan di sana ada jalan.

Sudah banyak barang yang bisa dijual online, mulai sprei, kue kering, dan banyak lagi, nggak percaya? Atau ingin mencoba?


Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply