January 25th, 2010

Sekarang ini merupakan tahun ke 4 saya di bidang internet marketing. Dan sejauh ini saya sudah mempelajari beberapa teknik Black Hat (bukan berarti mempraktekkan ya).

Sebelumnya sekilas info untuk teman-teman yang belum tahu, secara sederhana White Hat bisa diartikan sebagai ilmu putih, jadi kita menggunakan cara-cara yang halal untuk mendapatkan traffic, sepenuhnya jujur, biasanya cara ini lebih lambat, tapi hasilnya lebih awet.

Sedangkan yang dimaksud dengan Black Hat, adalah cara-cara di  mana kita bisa dibilang berusaha menipu Search Engine untuk mendapatkan traffic, bisa dengan menyisipkan berbagai keyword yang kita bidik pada kode halaman kita, atau menggunakan robot untuk mengklik  iklan yang tayang di situs kita, bahkan sampai menyisipkan iklan PPC di berbagai tempat di blog kita dengan aneka cara.

Cara Black Hat tentu saja akan memberikan kita penghasilan dalam waktu cepat dan dalam jumlah banyak (tidak natural), di sini kita menggunakan ketidak tahuan visitor (pengunjung blog) untuk mengklik iklan yang tayang, tapi begitu Search Engine mengetahui ‘trik Black Hat’ kita, biasanya mereka akan memberikan sanksi, mulai dari memasukkan blog kita ke sandbox (karantina) sampai langsung mem-banned (black list) blog kita dari Search Engine mereka.

Bila blog kita sampai dibanned, memang kita masih bisa mendapatkan traffic dari promosi ataupun dari web 2.0 marketing (di digg.com. stumbleupon, dsb), tapi kita kehilangan natural traffic yang dikirim secara alami dari Search Engine.

Kembali ke topik semula ya, Black Hat vs White Hat, di sini teman-teman akan berhadapan dengan diri sendiri, bila kita menerapkan Black Hat, hasilnya cepat dalam jumlah menggiurkan yang mungkin baru akan kita capai bertahun kemudian belajar SEO, tapi di sini, ingatlah bahwa kita jadi merugikan pemasang iklan.

Pemasang iklan yang membayar untuk ditayangkan – iklannya akan di klik oleh orang-orang yang tidak berminat pada apa yang ditawarkan, rugi dong??

Selain itu masih ada lagi yang namanya ‘grey hat’ daerah abu-abu di mana, Search Engine sendiri belum punya hukumnya, tapi tetap saja sewaktu-waktu kita bisa di sandbox oleh Search Engine, dan bila kita menerapkan Grey Hat pada produk affiliasi (misalnya dengan cookies stuffing), biasanya merchant (pemilik produk) akan mengeluarkan kita dari program affiliasi mereka.

‘Black Hat’ bisa dibilang adalah permainan ‘hit and run’ jadi pukul lalu kabur, begitu kita ketangkap basah, namanya juga salah kan? Jadi nggak usah membela diri lagi, udah kalo di black list oleh mereka, itu resiko kita (adsense di banned karena kecurangan sendiri, kan nggak bisa membela diri ya?).

Yang bisa saya sarankan di sini buat teman-teman online marketing, bila diajari suatu cara yang konon instant bisa menghasilkan income dengan scripts ajaib, dll, bertanyalah dulu secara jelas dan pelajari dulu logika tips tersebut. Soal teman-teman mau mempraktekkan atau tidak itu hak teman-teman sendiri (Cuma ingat ya, di sini kita merugikan orang lain, yaitu pemasang iklan).

Yang seringkali terdengar ‘lucu’ adalah kena ‘banned’ kemudian marah-marah, hanya karena tidak mengerti kalau cara yang mereka gunakan adalah cara ‘Black Hat’

Percayalah semakin teman-teman mendalami internet marketing, akan semakin banyak peluang dan cara yang bisa dipelajari dan digunakan, menarik sekali memang.

Pelajari saja tidak apa-apa, paling tidak kita jadi memperluas wawasan kan? Soal cara mana yang akan kita gunakan, kembali lagi ke hati nurani dan kepuasan.

Komisi bisa banyak tapi bila kita mendapatkannya dari mempekerjakan robot, hmnn nggak ada kepuasan batin kali ya??

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply