February 9th, 2011

Paling sedih rasanya melihat berbagai kerusuhan yang terjadi lagi, apalagi kalau isu yang dikembangkan adalah SARA, mengapa kita tidak bisa melihat perbedaan sebagai suatu kekayaan?

Agama adalah hubungan vertikal, hubungan antara manusia dan penciptanya. Selama tidak mengganggu orang lain, bukankah sebaiknya kita menghormati pilihan orang lain?

Negara kita memerlukan banyak dana untuk maju, membangun sarana dan prasarana, mengentas kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, nah kalau infrastruktur rusak, bukankah harus keluar uang lagi untuk memperbaiki atau membangun yang baru lagi.

Belum lagi, kalau investor asing pada takut berinvestasi di Indonesia (memangnya ada yang ingin pabriknya dirusak massa yang membabi buta? Meskipun diganti rugi oleh asuransi sekalipun, kerugian produksi yang terhambat tetap saja merugikan perusahaan). Dengan rusaknya pabrik-pabrik berarti lapangan kerja jadi terganggu supplynya.

Heran sekali, di saat ekonomi sedang susah (bukankah semua pada mengeluh pasaran sepi, pekerjaan susah didapat, harga sembako mahal), kok ya kita bukan memikirkan hal-hal penting ini, malah meributkan isu-isu yang bisa dibicarakan secara damai? (apakah memang ini pertanda jaman sudah tua?)

Sedih sekali rasanya melihat Indonesia seperti ini, musuh kita bukanlah sesama kita, baik itu saudara senegara atau sesama kita warga dunia. Musuh kita jaman sekarang ini adalah KEMISKINAN dan PENYAKIT, termasuk MENYELAMATKAN DUNIA DARI PEMANASAN GLOBAL.

Apakah masalah kita masih kurang ya? Bukankah lebih baik pemerintah dan aparat berpikir keras untuk memajukan Indonesia, dan kita sebagai rakyat dan bagian masyarakat mendukung dengan menciptakan pola kehidupan yang kondusif.

Dengan negara yang damai dan teratur, akan banyak investor datang dan yakin untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga lapangan pekerjaan akan makin banyak. Dengan adanya investasi-investasi besar, negara pun akan mendapatkan infrastruktur yang baik.

Mengapa kita tidak menggunakan waktu kita untuk lebih produktif saja? Menambah wawasan, belajar lebih baik lagi, bekerja lebih giat dan tekun, melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk negara ini?

Indonesia adalah kampung halaman yang saya kenal, kemanapun saya pergi, Indonesia tetap adalah rumah saya. Dan setiap hari saya selalu memimpikan rumah yang damai, tenang, rumah di mana setiap penghuninya merasa nyaman dan bahagia.

Marilah kita semua bersatu, melakukan hal-hal sederhana dalam keseharian kita untuk membangun negeri tercinta ini.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

One Comment

Agus Pradnyana July 6th, 2012 at 10:17 am

Benarr ,seharunya indonesia lebih mencintai perbedaan,dan bukan membanggakan perbedan itu,,,!!!
Kita ini kaum nasionalis,,bukan kaum rasiali seprti di negara timur tengah,,,
ingat semboyan yang di buat pak karno,,Bhineka Tunggal Ika

Leave a Reply