June 28th, 2015

Mungkin teman-teman yang masih mengikuti blog saya ini memperhatikan kalau sejak 2012 saya sudah lebih jarang menulis mengisi blog ini. Maaf sekali karena saat itu prioritas saya adalah menjadi ibu hamil yang baik, oleh dokter saya nggak boleh duduk terlalu lama, sedangkan penyakit saya kalau sudah duduk, lupa berdiri… hehehe…

Sekarang anak sudah hampir 2 tahun, rasanya kerinduan saya pada salah satu passion lama saya sebagai blogger harus saya mulai kembali.

Hampir 3 tahun tidak mengerjakan blog secara aktif bukan berarti saya nggak ngapa-ngapain loh, saya tetap berusaha punya penghasilan sendiri supaya nggak bergantung sama suami (atau membebani suami), gimana pun rumah tangga dengan 2 atau lebih penghasilan tentunya lebih baik.

Saya mencari penghasilan tambahan dengan berjualan produk MLM dan mengembangkan jaringan saya sebisa yang saya mampu dan juga berjualan ebook traveling hemat .

Selain itu saya juga lebih belajar investasi loh, dan saya memilih untuk belajar investasi reksadana dan saham, tentunya dilengkapi dengan money management. Mengapa saya melakukan itu? Alasan utama saya adalah saya berharap saya bisa pensiun dini, kalau saya Cuma bekerja dan menabung, maka tabungan saya akan dimakan oleh inflasi, saat saya tua nanti, daya beli uang saya sudah berkurang jauh dan tidak akan bisa mencukupi kebutuhan saya bila aya ingin mempertahankan gaya hidup saya yang sekarang.

Dalam perjalanan saya ini, saya bertemu seorang penulis buku, praktisi dan juga ibu rumah tangga (seperti saya), yang punya passion dan sudah berhasil di bidangnya. Siapa dia? Mungkin sudah banyak yang mendengan nama Ellen May, penulis buku terkenal Smart Trader Not Gambler. Saya sangat mengagumi beliau, apalagi beliau juga punya impian meningkatkan jumlah investor di Indonesia.

Mengapa saya salut pada Bu Ellen? Karena dia menjalankan apa yang dia ajarkan, orangnya humble, sederhana, mau berbagi ilmu dan waktunya (kan daripada mengajari orang lain, lebih baik waktunya buat cari untung sendiri kan ya?), juga beliau mengajarkan tanpa menutup-nutupi, ilmunya juga bukan dengan robot yang heboh2 , tapi teknikal dasar…

Anyway, saya di sini bukan promosi segala sesuatu tentang Ibu Ellen May, tapi saya juga suka berbagi betapa pentingnya kita mempersiapkan pensiun dini atau setidaknya siap untuk pensiun kita sendiri. Dan itu harus dimulai sejak dini.

Saya belakangan rajin loh mengikuti Twitter bu Ellen, karena saya di sana belajar financial wisdom, bagaimana mengatur uang, dan seringkali merasa diingatkan apa yang mungkin saya sudah tahu (tapi prakteknya susah loh menjalankan), misalnya: keinginan harus dikendalikan, supaya kita bisa punya uang lebih untuk ditabung (diinvestasikan), jangan penghasilan bertambah, gaya hidup berubah, jadinya jumlah tabungan tetap-tetap saja. Kita juga harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Juga buat yang sibuk-sibuk, nggak usah deh belajar trading saham dulu, apalagi kalau suka jantungan lihat saldo uang naik turun tajam dalam hitungan jam atau hari. Dan untuk kita yang punya profile seperti ini, bisa kok menabung di reksadana saja.

Ayo dech, manfaatkan tablet, smartphone untuk belajar meningkatkan nilai diri kita sendiri, nggak cuma buat exist di sosmed doang, tapi ayo lah, kita juga bermanfaat untuk orang lain.

Coba deh kita tulis berapa penghasilan kita, berapa tabungan kita, berapa uang yang kita gunakan untuk ini dan itu, apa semua itu masuk akal (berimbang), dan apakah kita sudah siap bila besok dipecat? Atau lusa orang tua kita (amit-amit) sakit? Kita nggak bisa loh berpikir selalu sehat, selalu bisa berpenghasilan meningkat.

Uang sekolah anak meningkat, dan sebagai ortu bukankah sudah sewajarnya kita juga mempersiapkan dana pendidikan anak setidaknya sampai mereka siap bekerja dan berpenghasilan sendiri?

“Melek Financial” adalah istilah saya, adalah pelajaran yang tidak saya terima saat saya sekolah dulu, bahkan orang tua saya sendiri tidak mengajarkan kepada saya. Darimana saya belajar pertama kali? Saya beruntung memiliki orang dekat yang melek finansial, dan juga hobi membaca membawa saya pada kesadaran untuk memulai.

Buku Rich Dad Poor Dad dari Robert T. Kiyosaki sangatlah bagus sebagai awal, juga buku Millionaire Next Door karya Thomas J. Stanley , semua buku ini ada kok terjemahannya.

Kalau berani ‘buang uang’ untuk gaya hidup, ayo kita juga berani berinvestasi mempercantik diri dengan wawasan… Yuk….

Yang suka pegang2 smartphone dan tablet, bisa follow bu Ellen May di https://twitter.com/pakarsaham sangat ringan dibaca sehari-hari dan yang pasti sangat bermanfaat.

Okay, sampai next time ya… saya mau istirahat dulu, masih banyak yang harus saya kerjakan besok….

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply