July 14th, 2008

Akhir-akhir ini banyak sekali diadakan seminar-seminar motivasi yang notabene tidak murah. Yang ditawarkan adalah: kemajuan dalam hidup, perubahan pola pikir, lahir kembali menjadi pribadi yang lebih oke dengan produktivitas kerja yang lebih tinggi.

Namun perlukah kita mengikuti seminar-seminar tersebut? Atau sebaiknya kita ikut aja asal ada dana dan waktu, menganggap seminar-seminar tersebut sebagai bagian dari lifestyle. Serasa kuper dech kalo gak ikutan.

Sesungguhnya kelas-kelas motivasi tersebut bisa sangat bermanfaat buat kita bilamana kita memang mau berubah, mau mempraktekkan apa yang diajarkan di sana. Bilamana kita hanya mendengar dan pulang lalu kembali kepada kita sebelum seminar, well, tidak ada yang akan kita dapat, kecuali kantong kita lebih tipis abis bayar seminar :
Dan penting untuk tidak kecanduan seminar-seminar tersebut, sensasi yang akan kita dapat dari seminar-seminar demikian tentunya akan luar biasa, kita akan merasa segar (habis di charge), penuh semangat. Tapi jangan jadikan seminar-seminar tersebut hanya sebagai alat genjot motivasi, bila efeknya abis, kita loyo kembali, bingung lalu cari charger lagi.

Manfaatkan kesempatan berseminar tersebut sebaik-baiknya, praktekkan apa yang telah dipelajari supaya seminar-seminar tersebut benar-benar bermanfaat, rugi dong kalau udah bayar mahal-mahal cuma dapat sensasi sesaat aja?

Dan bila teman-teman berkesempatan mengikuti seminar motivasi, ini ada tips-tips nya:

  • Catat poin-poin (kutipan) dari pemberi materi, jangan cuma 3D (Datang, Duduk, Diam). Beberapa waktu setelah seminar biasanya teman-teman akan tergoda untuk kembali ke pola lama, nah saat itu terjadi, bukalah kembali materi dan catatan-catatan tersebut untuk mengingatkan kembali.
  • Saat datang berseminar, sadarilah tujuan teman-teman ke sana, harganya juga tidak murah, jadi manfaatkan semaksimal mungkin, matikan handphone dan alat komunikasi lainnya, teman-teman datang untuk belajar bagaimana bisa menjadi manusia yang lebih optimal, bukan datang ke ruang berAC untuk bersms atau bertelepon ria.
  • Pilihlah seminar di mana pembicaranya adalah orang yang kompeten, misalnya pembicara adalah orang yang memang terbukti berhasil mencapai prestasi tertentu di bidangnya, bukan orang yang memang pandai berbicara dan membius audience dari materi yang dia comot dari sana sini.
  • Dan ada tips pula dari seorang ahli (Niken Ardiyanti, psikolog), supaya jangan datang ke seminar dengan emosi yang kosong, karena emosi kosong memungkinkan kita dihipnotis oleh ‘motivator oknum’ (katanya ada loh teknik buat menghipnotis massal gini; katanya kalo kita datang ke sebuah seminar dengan pengharapan besar tapi emosi kita kosong, kita rentan untuk ditembak bawah sadarnya) Jadi teman-teman saat seminar jangan bengong atau melamun ya? (tips yang ini aku baca dari Femina No26/XXXVI, 26 Juni) Berdoa dulu dan ikuti seminar dengan sungguh-sungguh.

Seminar-seminar pelatihan ini tidak akan bermanfaat tanpa adanya implementasi (praktek), yang mana ini kembali ke tangan teman-teman.

Setelah pulang dari seminar-seminar ini, jadilah motivator untuk diri sendiri.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

4 Comments

aribowo March 4th, 2009 at 5:34 pm

saya sedang mencari orang-orang yang bisa bantu buat seminar (sudah berikut pesertanya) dengan sistem bagi hasil. saya kini bekerja di Media Centre Depkumham (under UNDP project)

hubungi 021 33 1026 11

Lina March 4th, 2009 at 6:13 pm

Nah teman-teman siapa yang bisa bantu atau berminat bekerjasama dengan Aribowo, silahkan hubungi ya 🙂

tomas May 21st, 2010 at 9:33 pm

Apakah bisa saya mendapatkan makalah topik yg ada disebelah kanan atas artikil ini yaitu : Time Management- Menyusun prioritas.
Trimakasih.

Lina May 22nd, 2010 at 8:26 pm

@ Tomas: maaf, saya di sini tidak membagikan makalah, tapi hanya sharing-sharing saja melalui artikel. Yang disharingkan biasanya adalah topik seputar internet marketing atau topik seputar kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply