April 16th, 2009

Sekitar tanggal 26 Maret 2009, saya menerima kiriman cek dari NeverBlueAds, nggak banyak sih, cuma USD 163.95 saja.

Cek itu saya dapat dari hasil affiliasi beberapa produk, dan secara total, saya sedikit rugi, karena biaya promosi yang saya keluarkan lebih banyak dari komisi yang saya dapatkan. Tapi ya itulah resiko seorang internet marketer, kalau menggunakan CPC Advertising memang harus siap merugi.

Anyway, karena saya sudah pernah mencairkan cek Adsense dengan biaya cukup mahal sebelumnya. Maka saya mencoba untuk mencairkan cek saya di CitiBank Surabaya, dengan harapan bisa menghemat biaya pencairan.

So, tanggal 6 April 2009 kemarin saya berangkat dengan harap-harap cemas ke CitiBank Basuki Rachmat Surabaya (maklum, nggak punya account di CitiBank), dan ternyata…. Saya ditolak, dengan alasan mereka nggak bisa menerima pencairan cek perorangan, bisanya cuma bank draft 9

Terlanjur di Surabaya, saya pun berganti tujuan ke Bank BCA Raya Darmo, di antrian teller saya diminta naik ke loket Valas di lantai 3, dan mengantri di sana, eh nggak tahunya ditolak lagi, mereka cuma bisa menerima pencairan kalau saya memiliki account giro atau valas… Well?? Saya pun bilang, di Malang bisa loh….. Tetap saja mereka bilang nggak bisa. Apakah BCA memiliki aturan yang berbeda untuk tiap cabangnya? Ataukah mereka sekarang memiliki peraturan baru? Atau emang personelnya saja tidak mengerti?

Dulu saya pernah telpon halo BCA, dan mendapatkan informasi pencairan cek luar negeri bisa dilakukan di kantor pusat BCA di cabang kota masing-masing. So??

Meski kecewa, ya mau bagaimana lagi kan?

Saya hanya berharap BCA di kota Malang bisa membantu saya. Maka tanggal 13 April 2009 kemarin saya pun berangkat ke BCA Basuki Rachmat Malang, Hasilnya? Tidak ada masalah.

Saya hanya perlu mengantri, dan mengisi formulir, memberikan KTP saya, serta membayar tunai biaya $10 untuk pencairan cek tersebut. Ditambah satu prosedur lagi (yang mana tidak terjadi pada pencairan sebelumnya), yakni pembekuan Rp 500.000 dari rekening Tahapan saya selama 2 bulan untuk menutupi biaya-biaya lain yang mungkin (akan) timbul dari pencairan cek tersebut.

Bahkan BCA bisa menerima alamat yang berbeda dari KTP saya, di KTP saya tertera nomor kavling, sedangkan alamat pada cek tertulis nomor kavling/nomor rumah… (Saya sampai membawa kartu keluarga segala untuk berjaga-jaga seandainya ada masalah soal alamat ini).

So, prosedur pencairan cek yang panjang pun selesai sudah. Saya hanya perlu menunggu sekitar 1 bulan untuk proses pencairan tersebut.

Anyway, ada juga pengalaman lain dari teman saya Robert Hanson tentang pencairan cek dari luar negeri (dalam hal ini ClickBank), Robert juga tidak bisa menguangkan cek ClickBank nya di BCA Jakarta, karena tidak memiliki rekening giro.

Tapi menurut Robson, solusinya adalah membuka rekening giro “perorangan” (bukan giru perusahaan). Membuka rekening giro ini juga cukup mudah, karena hanya perlu memiliki NPWP serta melakukan setoran awal 1 juta rupiah.

Nah, mungkin solusi ini adalah salah satu solusi yang bisa ditempuh oleh teman-teman internet marketer yang sering menerima cek dari luar negeri. BCA kan ada hampir di setiap kota. Tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya tanyakan yang jelas dulu. Karena seperti yang saya alami, di Malang bisa, tapi di Surabaya tidak bisa. Bahkan Robson yang di Jakarta pun nggak bisa mencairkan ceknya di BCA sebelum memiliki rekening giro.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

2 Comments

Robert Hanson April 16th, 2009 at 11:49 am

emang kalau di cabang asal, kita diperlakukan istimewa. kalau saya pas di Surabaya, si tellernya tidak banyak syarat ini itu. tapi kalau di Jakarta, rese’ nya minta ampun.

gimana – gimana enak nyari duit di negri (alias kampung) sendiri…

ooohh , dikau membuat Home-Sick ku kambuh lagi… hikz…

Lina April 16th, 2009 at 7:06 pm

Walah Rob, homesick ya mudik toh.. ayo ayo mudik ke Suroboyo 🙂

Leave a Reply