February 18th, 2009

Teman-teman pernah tidak di akhir bulan (atau bahkan kadang sebelum akhir bulan) merasa kehabisan uang, tapi nggak tau juga uangnya pada ke mana aja? Rasanya kok udah abis aja gitu.

Kadang serasa menjengkelkan, pas lagi butuh, udah merasa hemat sana sini, kok ya masih aja kurang.

Teman-teman nggak mau kan, sudah susah-susah bekerja, hasilnya nggak jelas, tabungan sedikit, manajemen keuangan pribadi yang tidak disiplin dan tanpa catatan biasanya adalah penyebabnya.

Nah bila pernah merasa seperti itu, mungkin hal-hal berikut ini perlu dech lebih diperhatikan buat manajemen keuangan pribadi yang lebih baik.

  • Misalnya saja teman-teman kebiasaan menggunakan kartu kredit, nah ini bisa nggak baik, kalau tidak dicatat (apalagi kalau bon penggunaannya tidak diarsip, bisa-bisa lupa udah pakai uang, dan tiba saatnya membayar kelabakan sendiri karena tidak menyisihkan untuk pembayaran tagihan tersebut). Jadi sebaiknya dicatat atau minimal diarsipkan saja bon-bon pembelanjaan dengan kartu kredit, supaya bisa dicocokkan dengan tagihan dan ditandai kalau sudah dilunasi.
  • Kemalasan, sekarang ini hampir semua ATM bisa digunakan untuk berbagai kartu ATM yang kita miliki (ATM bersama), tapi jangan lupa, ada biayanya loh, dan jangan pandang sepele, misalnya saja tiap pengambilan dari ATM bersama itu kita kena biaya RP 5.000 saja. Kalau sebulan kita ngambil 4 kali udah 20 ribu, lumayan juga ya buat ditabung atau beli majalah? Pengeluaran ‘tidak perlu’ yang kadang serasa sepele begini bila diakumulasikan bisa banyak loh. Padahal asalnya mungkin cuma malas saja berjalan menuju ATM yang sama dengan rekening bank kita. (malas itu ada biayanya loh 🙂
  • Kebiasaan mentraktir teman, ini bukannya nggak boleh loh, tapi ya jangan sering-sering, sesuaikan dengan kemampuan kantong sendiri, dan apa ya perlu tiap ketemu teman mesti traktir-traktir? Persahabatan kan nggak diukur dari hura-hura, tapi lebih kepada di mana mereka saat kita saling membutuhkan dukungan kan?
  • Membiasakan diri memeriksa struk belanjaan kita, katakanlah kita ke supermarket membeli kebutuhan bulanan, nah tidak ada salahnya saat kita pulang kita periksa ulang berapa yang telah kita keluarkan dan untuk apa saja, paling tidak untuk menyadarkan kita apa betul itu semua barang-barang yang memang kita butuhkan (bukan dibeli karena ‘lapar mata’).
  • Membiasakan diri menulis daftar belanja sebelum kita pergi berbelanja. Ini penting loh, karena seringkali saat berbelanja tanpa sadar kita menjadi ‘lapar mata’ apa lagi saat melihat tulisan “harga murah”, “sale”, “promosi” dan sebagainya itu. Akibatnya kita jadi membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, atau membeli berlebihan melebihi apa yang kita butuhkan.
  • Bila memang begitu sulitnya mengendalikan nafsu berbelanja, tidak ada salahnya saat berbelanja teman-teman membawa uang tunai secukupnya (sesuai rencana daftar belanja); kalau perlu tinggalkan semua kartu ATM dan credit card di rumah saja.

Sebenarnya urusan manajemen keuangan pribadi lebih kepada disiplin dan kesungguhan kita menjalankan apa yang sudah kita rencanakan. Di awal bulan hendaknya kita sudah merencanakan pengalokasian uang secara bijak, dan melakukan evaluasi di akhir bulan.

Menabung hendaknya kita lakukan di awal bulan, sehingga kita memang ‘menabung’ dan bukan menyimpan sisa-sisa uang kita di akhir bulan.

Semoga bermanfaat ya 🙂


Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • StumbleUpon
  • YahooMyWeb

Leave a Reply